MENU
icon label
image label
blacklogo

Nico Alyus, Memasyarakatkan Virtual Reality di Indonesia Pakai OmniVR

JUN 11, 2018@11:30 WIB | 539 Views

Virtual reality (VR) menjadi salah satu teknologi yang begitu berkembang pesat beberapa tahun kebelakang. Lewat VR, pengguna bisa diajak memasuki dunia virtual dan tentuya juga ikut berinteraksi di dalamnya.

Nah, Indonesia tentunya juga tak ketinggalan merasakan hype dari teknologi yang begitu inovatif satu ini. Salah satu sosok yang begitu giat memperkenalkan teknologi ini pada masyarakat Indonesia adalah Nico Alyus dengan startup yang ia dirikan dengan nama Omni VR.

BlackXperience berkesempatan untuk berbincang dengan Nico mengenai cara yang ia lakukan untuk memasyarakatkan teknologi tersebut, serta mimpi yang ingin ia capai bersama OmniVR. Semuanya terangkum secara eksklusif, spesial di BlackXperience.com.

Dekatkan Virtual Reality ke Masyarakat

Salah satu cara yang Nico lakukan untuk semakin memperkenalkan teknologi VR kepada masyarakat Indonesia adalah melalui startup yang ia dirikan dengan nama OmniVR.

Sedikit info, OmniVR merupakan sebuah perusahan rintisan asli Indonesia yang berdiri pada tahun 2016 ini berfokus pada virtual reality. Selain berfokus untuk menghasilkan produk-produk terkait virtual reality, OmniVR juga selalu berusaha memperkenalkan produk-produk tersebut pada publik.

Tercetusnya ide untuk menciptakan OmniVR ini adalah saat Nico merasa begitu terbatas dalam menikmati konten audio visual. Sedangkan saat itu hadir teknologi virtual reality yang membuat penggunanya bisa menjadi bagian dari konten tersebut, bahkan bisa berinteraksi secara langsung.

“Kayaknya hal ini (virtual reality) menarik untuk kita riset. Mumpung potensinya masih besar sekali, kami memutuskan sejak tahun 2016 kita terjun dan bikin projek serta produk yang berkaitan dengan virtual reality,” tutur Nico saat ditemui tim BlackXperience.com.

Salah satu misi yang diemban Nico bersama dengan OmniVR adalah bagaimana teknologi VR ini dapat lebih dikenal dan tentunya diterima dengan baik di tengah masyarakat. Salah satu cara yang ia lakukan adalah membangun VR Arcades dan Rental Services.

Lewat kedua fasilitas tersebut, OmniVR menyediakan semacam tempat bermain dengan seluruh wahananya menggunakan teknologi VR. Melalui fasilitas tersebut, publik bisa melihat seperti apa perkembangan virtual reality masa kini dan tentunya mencoba secara langsung sensasi yang ditawarkan.

Uniknya lagi, beberapa wahana yang dihadirkan di VR Arcades milik OmniVR ini merupakan hasil pengembangan Nico dan tim. Seperti racing simulator, walking simulator, dan terbaru adalah Bike VR.

Saat ini VR Arcade besutan OmniVR bisa ditemui di Neo Soho Mall, Pondok Indah Mall, dan AEON Mall. Disana pengunjung dapat mencoba beragam simulator VR dengan harga yang relatif terjangkau.

Nico berharap kedepannya akan semakin banyak varian VR simulator yang dapat diproduksi. Untuk itu ia membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapapun yang ingin bekerja sama dengannya untuk mengembangkan virtual reality di Indonesia baik dari segi perangkat maupun konten.

“Kita pengennya makin banyak lagi yang kita kembangkan. Kami juga mengajak ke siapapun yang tertarik untuk mengembangkan gaming dan takut gak bisa sampai ke marketnya, ngobrol sama kita dan akan kita pecahin masalahnya bareng-bareng,” ujar Nico. “Buat ekosistemnya kita harus kembangin bareng-bareng. Mau maju sendiri ya gak bisa.”

Make VR as accessible as possible

Beragam cara dan rencana telah Nico dan tim buat untuk memperkenalkan teknologi ini ke masyarakat Indonesia. Selain menghadirkan VR Arcade, Nico juga secara rutin menggelar seminar yang terkait dengan virtual reality.

Kedepannya Nico ingin secara berkala menghadirkan sesuatu yang fresh dari dunia virtual reality. Sehingga publik secara rutin dapat disuguhi dan menikmati konten VR yang beragam.

“Kami coba kembangkan kedepan adalah kami akan membuat yang namanya free roaming VR. Jadi itu memungkinkan orang bergerak tanpa constraint cable dan mereka bisa memainkan banyak hal. Kita bisa memainkan VR dengan backpack PC dan kita bisa memainkan itu nyaris tanpa kabel,” jelas Nico. “Itu seru dan kita akan bawa itu ke Indonesia. Kemungkinan tengah tahun ini bisa kita present untuk market lokal.”

Target yang ingin dicapai Nico dan OmniVR sudah jelas. Nico ingin masyarakat semakin mengenal dan menyukai virtual reality. Selain itu, Nico juga berharap VR dapat menjadi suatu cara untuk memecahkan masalah.

“Goal-nya kita sudah tahu, bikin orang pengen suka sama virtual reality. Kita pengen virtual reality ini jadi teknologi yang problem solving, gak cuma gimmick aja seperti saat ini,” jelas Nico.

Untuk mencapai goal tersebut, Nico mengajak siapapun dan darimana pun untuk bersama-sama memperkenalkan teknologi VR ini ke tengah masyarakat Indonesia.

“Kami sendiri gak mau jadi innovation leader-nya. Kita gak mau besar sendiri, kita mau tumbuhnya bareng-bareng. So, our final goal adalah to make VR as accessible as possible,” tutup Nico. [Hlm/timBX]

Tags :

#
nico alyus,
#
virtual reality,
#
omnivr,
#
blackicon