MENU
icon label
image label
blacklogo

Tips Mengenali Penyebab Backfire pada Knalpot Motor dan Cara Antisipasinya

FEB 11, 2022@13:30 WIB | 832 Views

Pemilik motor pada satu momentum terjadi backfire pada knalpot motor Anda. Nah apa sih yang terjadi dalam ruang bakar sehingga terjadi backfire pada motor Anda. Backfire biasanya terjadi saat kompresi kurang padat, serta tumpukan kerak (karbon fouling) yang membuat pengapian tidak maksimum, yang menyebabkan knocking dan berbahaya dalam pemakaian jangka panjang.

Ketika carbon fouling bertumpuk dibagian center elektroda membuat penyaluran api tidak langsung titik ground eletroda. 

"Backfire biasa terjadi karena kondisi busi yang sudah tidak sehat. Tumpukan kerak di ruang bakar bisa menempel, dan arus api tidak lurus keatas, malah menyamping. Akibatnya api tersambar oleh sisa bahan bakar, dari karburator akibat pengkabutan yang tidak sempurna. Sisa bahan bakar ini terbuang di saluran knalpot dalam bentuk api merah menyambar keluar," ungkap James owner bengkel Karya Teknik Bambu Apus Jakarta Timur.

Cara mengatasi backfire tentunya dengan membersihkan beberapa titik, mulai dari karburator dan busi. Gunakan carburator cleaner untuk menyemprot ruang karburator, dengan merontokkan jelaga di ruang pengkabutan, agar lebih mudah menyuplai oksigen secara cukup untuk ruang bakar. 

Sementara busi selain dibersihkan juga harus diperhatikan perubahan fisiknya. Jejak overheat (permukaan busi warna putih), corona stain (warna kecoklatan pada keramik busi) atau flash over (percikan arus listrik diluar jalur) bisa dikenali sebagai kualitas busi yang sudah udzur.  Busi motor yang sudah udzur biasanya sudah melewati pemakaian 6000 km, jika sudah memenuhi tiga tanda-tanda tersebut baiknya segera ganti, agar perjalanan motor jauh lebih baik.

Dengan busi baru kemungkinan backfire bisa diminimalisir. Gunakan busi sesuai dingin atau busi panas sesuai peruntukan mesin motor Anda.  Busi panas memiliki kemampuan susah melepas panas dan mudah jadi panas. Busi ini tidak cocok untuk ruang bakar dengan temperatur tinggi atau lebih tepatnya dengan mesin standar pabrikan.

Sementara busi dingin sifatnya mudah melepas panas, dan mudah dingin.  Busi ini tidak cocok untuk ruang bakar dengan temperatur rendah, lebih cocok untuk mesin balap atau mesin yang sudah dimodifikasi dengan kompresi tinggi. Jika bekerja di ruang bakar dibawah 400 Celcius, kecenderungan bakal terjadi carbon fouling.

Black Pals juga perlu tahu, bagaimana membaca kode tingkat panas pada busi. Misalkan busi NGK dengan kode CPR8EA-9 angka 8 adalah menunjukkan heating rate, range antara 2-8. Sementara busi dingin range antara 9-12. Sementara '-9' menunjukkan gap antar elektroda, sekitar 0,9 mm.[Ahs/timBX]
 

Tags :

#
gejala backfire,
#
busi panas,
#
busi dingin

RELATED ARTICLE