MENU
icon label
image label
blacklogo

Royal Enfield Classic 500 Chrome - A Renewable Classic

JAN 31, 2019@14:05 WIB | 549 Views

Rekam jejak Royal Enfield (RE)  sebagai salah satu produsen motor tertua di dunia itu ditandai dengan karya motor klasiknya. Tidak hanya style retro klasik dari karakter lampu depan bulat, gaya single seat dan body dari tangki hingga spakbor berbahan stainless. Royal Enfield mampu mengembalikan insting pecinta berskala mid size, dengan segala macam karakteristik klasik, dengan memperkenalkan Royal Enfield Classic 500 Chrome.  RE tidak pernah terlambat masuk ke segmen klasik, karena disatu sisi market middle up kembali bergairah seiring ramainya dunia customize di tanah air.

Adalah PT Distributor Motor Indonesia  memperkenalkan varian classic yang kental dengan gaya motor era perang dunia kedua. Sektor yang paling saya soroti pertama, salah satunya vibrasi mesin yang menjadi karakter classic berkubikasi 500 cc ini. Saya suka motor dengan desain motor ini termasuk tenaganya di 27 hp dan torsi 41,3 Nm. Sekilas seperti motor yang lamban di jalur perkotaan. Karena memang bukan versi sport, saya tidak terlanjur menilai motor ini kurang akselerasi. Karena selebihnya adalah jam terbang paling menentukan saya enak atau tidaknya berkendara dengan sosok Royal Enfield Classic 500 chrome.

Saat riding bareng, butuh effort lebih untuk menempel di barisan depan, karena akselerasi tidak sekencang skuter matic, atau motor sport. Sesekali saya riding dengan membetot full throttle di setiap gigi perseneling, untuk masuk di barisan, dan itu berhasil. Namun jangan kaget bila vibrasinya cukup kencang, bikin pergelangan tangan Anda kesemutan.  

Tes hari kedua, saya coba ingin mendapatkan top speed tanpa harus effort dengan vibrasi mesin. Saya coba untuk berakselerasi rendah, dengan cukup menggunakan bukaan throttle setengah saja untuk perpindahan gigi dari 1,2,3,4 . Ternyata itu cukup mudah meraih kecepatan 100 kpj, it’s amazing dan itu tidak membutuhkan track yang panjang. Sejak itu hati saya bergumam, selamat tinggal vibrasi dan saya mulai suka dengan performa mesinnya. Disisi lain, vibrasi memang penting untuk menghasilkan aura classic-nya.

Dengan mesin berkapasitas 500 cc, satu silinder, mesinnya menggunakan 2 busi untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna dengan teknologi Electronic Full Injection (EFI). Berpadu dengan lubang knalpot bergaya shotgun nan klasik, sensasinya suaranya seperti motor besar pabrikan Amerika Serikat seperti Harley Davidson. Cukup mudah berakselerasi meski di jalur yang padat, tenaganya lumayan dan torsi yang cukup besar serta tidak butuh RPM tinggi untuk memindah gigi.  Oleh karena itulah, RE tidak menyematkan indikator RPM, pada motor ini. Meski teknologinya sudah injeksi, RE masih menyematkan kick starter guna menyelaraskan tema.

Beranjak ke fitur lainnya, posisi ridingnya cukup enak. Dengan saddle klasik, itu memudahkan Anda riding santai di perkotaan, ditunjang dengan stang yang cukup nyaman, tidak membuat lelah berkendara, serta posisi footstep yang asyik untuk riding orang Asia. Kenyamanan tersebut ditunjang oleh suspensi depan teleskopik 35mm, dan dua buah suspensi belakang yang bisa di-adjustable.

Berat kosong 194 kg, ditunjang dengan tangki berkapasitas 13,5 liter, dan dimensi secara keseluruhan 2140mm x 790 mm x 1090 mm. Memang butuh garasi yang leluasa untuk motor ini, karena semua bodynya terbuat dari plat tebal termasuk tangki, kedua spakbor, dan dua cover side. Semuanya mengalami finishing chrome, dengan balutan aksen coloring antara gold dan deep green serta teknik coloring yang dilukis secara hand made. RE Classic  menurut saya motor yang punya sentuhan karya seni tinggi.

Bagian lampu depannya tidak menggunakan LED, dengan tudung/ alis berbahan plat chrome, begitu juga dengan stoplamp. Dua buah spion bulat klasik, lampu sein depan dan lampu kecil disamping lingkaran bulat speedometer nan klasik. Selain itu hanya ada sebuah indikator bensin dan check engine serta indikator netral didukung dengan accu 12 Volt – DC. Gaya desain dashboard-nya menginspirasikan gaya perang dunia kedua.

Sistem pengeremannya telah didukung cakram depan 2 piston berdiamter 280mm, dan belakang dengan 1 piston berdiameter 240mm.  Dan ban klasik berukuran 19 inci untuk depan dan 18 inci belakang, saya benar-benar menyadari RE cukup fokus membuat varian classic. Velg jari-jaridipadukan dengan spakbor chrome itu sebagai determinasi nilai classic, termasuk perhitungan durabilitas untuk perjalanan yang menempuh ribuan kilometer sekalipun.

Adanya seat tambahan itu menjadi opsional. Dan saya merasakan dengan dudukan kedua tersebut, itu menjadi sebuah kebanggan, tatkala melintas di jalan perkotaan. Dengan kondis boncengan, salah satu yang tidak Anda sadari adalah ujung knalpot yang menjorok ke aspal, dan itu sisi klasik yang patut dipertahankan Royal Enfield.

Saran saya saat riding dengan boncengan, saya mendapati sebuah keanehan kecil. Motor RE Classic dengan torsi 41,3 Nm serasa punya tarikan yang maknyus. Memang itu yang saya alami, akan tetapi jangan coba untuk full throttle disetiap perseneling, selain vibrasi yang kenceng, di gigi 4 saya mendapati performa mesinnya ngempos dalam kondisi full throttle. Dan ketika masuk perseneling lima, hambatan itu hilang begitu saja.

Secara keseluruhan, konsumsi BBMnya tergolong irit. RE Classic cukup handal membuat motor berkubikasi 500cc namun tetap irit di siklus perkotaan. Dengan harga pilihan warna chrome black dan chrome graphite hargaR yang ditawarkan mencapai Rp96 hingga Rp100 jutaan. Harga tersebut memang untuk style, sunmori, dan saya rasa bukan cuman performa yang dijual oleh RE untuk menyapa bikers enthusiast di Indonesia, melainkan untuk cita rasa klasik.[Ahs/timBX]

Spesifikasi CLASSIC 500 CHROME

MESIN 

  • Satu Silinder, 4-tak, Spark Ignition, berpendingin udara, 499 cc, 27.2 bhp @ 5250 rpm, 41.3 Nm @ 4000 rpm

CASIS

  • Downtube Tunggal, Menggunakan Mesin sebagai Suku Cadang yang Ditekan
  • Suspensi Depan: Teleskopis, Jeruji 35 mm, Pergerakan Poros Roda 130 mm
  • Suspensi Belakang: Dua sok breaker yang diisi udara dengan 5 langkah beban awal yang dapat disesuaikan, pergerakan poros roda 80 mm

REM DAN BAN

  • Ban Depan: 90/90 - 19
  • Ban Belakang: 120/80 - 18
  • Rem Depan: Cakram 280 mm, Kaliper 2-Piston
  • Rem Belakang: Cakram 240 mm, Kaliper 1-Piston

DIMENSI

  • 2140mm x 790 mm x 1090 mm
  • Kapasitas Bahan Bakar: 13.5 Ltr
  • Berat Kosong: 194 Kg
  • Jarak Bagian Terbawah ke Tanah: 135 mm

KELISTRIKAN  :  12 Volt - DC, Baterai: 12 volt, 12 Ah VRLA

WARNA

  • Chrome Black
  • Chrome Graphite

Tags :

#
royal enfield,
#
royal enfield classic,
#
classic chrome,
#
classic 500,
#
distributor motor indonesia,
#
royal enfield indonesia