MENU
icon label
image label
blacklogo

Waspadai Ancaman Terhadap Pekerja, Hyundai Perkecil Porsi Kendaraan Elektriknya

MAR 29, 2018@20:30 WIB | 127 Views

Automaker konvensional  berargumen bahwa migrasi produksi mobil bertenaga gas ke kendaraan listrik membutuhkan lebih sedikit pekerja dan pada akhirnya menyebabkan masalah dengan serikat pekerja, yang menjadi ‘tulang punggung’ di dunia otomotif.

Di Korea Selatan, Ha Bu-Young, Kepala Serikat Pekerja Hyundai menyebut fenomena migrasi ke mobil listrik sebagai bencana dan jahat. Hyundai Motor, sebagai serikat pekerja  terbesar dan terkuat Korea Selatan, mengatakan bahwa mobil listrik merupakan bencana besar bagi mereka, dan para karyawan saat ini sangat gugup akan hal itu, seperti yang dilansir dari laman electrek.

Dia memprediksi bahwa sebanyak 70% dari tenaga kerja bisa kehilangan pekerjaan mereka sebagai akibat dari transisi ke listrik. Kasus nyata dibuktikan seperti yang terjadi pada perusahaan Ford dan Daimler, yang  telah memperingatkan tenaga kerja mereka bahwa mereka ingin adanya peningkatan efisiensi dalam memproduksi kendaraan listrik.

Ha Bu-Young mengatakan bahwa dirinya merasakan krisis yang nyata di dunia pekerja.  Terbukti ketika General Motor mengumumkan bahwa perusahaan menutup pabrik otomotifnya di Negeri Ginseng tersebut , meskipun tampaknya itu tidak ada hubungannya dengan isu kendaraan listrik.

Adapun upaya Hyundai memproduksi mobil listrik masih cukup kecil dengan hadirnya Ioniq Electric di pasar dan hanya diproduksi dalam volume yang relatif rendah. Tetapi lanjutnya, perusahaan juga telah memproduksi mobil Kona Electric, meskipun kendaraan itu juga diperkirakan akan diproduksi dalam volume yang relatif rendah.

Eksekutif Hyundai mengatakan bahwa perusahaan masih melihat potensi kendaraan  hidrogen sel bahan bakar, namun mereka masih melakukan riset sampai saat ini.disisi lain, perusahaan juga melihat kendaraan listrik mewakili 10% dari penjualan Hyundai pada tahun 2025. Lanjutnya, ini bukan pendekatan cerdas untuk menyebut mobil listrik sebagai bencana dan jahat, hanya karena kebetulan hal itu mungkin berdampak negatif pada pekerjaan mereka.

“Saya pikir pekerja otomotif mungkin harus lebih khawatir tentang kemajuan robotik dan kecerdasan buatan daripada peningkatan efisiensi tenaga kerja potensial yang saat ini sedang terjadi,” tutup pihak Eksekutif Hyundai.[Prm/timBX]

Tags :

#
autonews,
#
employee,
#
ev,
#
hyundai,
#
korea