

MAR 22, 2026@23:00 WIB | 47 Views

Balapan menegangkan dan penuh drama! Namun, Veda Ega Pratama membuktikan kalau pembalap asal Yogyakarta ini bisa menembus podium 3. Sempat terjadi Red Flag dan balapan berlanjut lagi dengan restart. Namun, kesempatan ini malah memperbaiki kesalahan Veda di awal balapan.
Bahkan gaya balap agresifnya pun langsung keluar dan berani merangsek ke barisan terdepan. Hal inilah yang bikin balapan semakin seru. Karena itulah persaingan di depan pun berlangsung sengit satu sama lain.
Aksi Wheel-to-Wheel yang Memacu Adrenalin

Memasuki lap-lap akhir, tensi di lintasan semakin memanas. Veda Ega Pratama tidak membiarkan para rivalnya bernapas lega. Dengan DNA balap yang kuat, pemuda asal Yogyakarta ini menunjukkan kelasnya dalam melakukan manuver late braking yang sangat presisi di tikungan-tikungan teknis. Aksi wheel-to-wheel pun tak terhindarkan, memaksa penonton menahan napas saat motornya hanya berjarak beberapa milimeter dari pembalap lain.
Strategi yang diterapkan pasca-restart terbukti sangat efektif. Veda membuktikan kalau saat ini lebih tenang dan tidak terlalu terpengaruh oleh tekana dari pebalap lain. Selain itu, manajemen ban pun bisa ia lakukan lebih baik meskipun tekanan dari barisan belakang pun terasa sekali.
Mentalitas Juara di Panggung Internasional

Keberhasilan menembus podium ketiga ini bukan sekadar keberuntungan belaka. Ini adalah pembuktian kualitas mentalitas Veda yang mampu bangkit dari situasi sulit setelah insiden Red Flag. Melihat performa agresif dari Veda ini menunjukkan kemungkinan besar kalau ia bisa bersaing di seri berikutnya di Amerika Serikat. Yang mana, sirkuitnya kali ini lebih menantang dan juga memperlihatkan kemampuannya dalam strategi manajemen ban tersebut.
Podium ini sekaligus menjadi catatan penting bagi dunia balap tanah air. Veda telah mengirimkan pesan kuat kepada para pesaingnya bahwa Indonesia memiliki talenta yang tidak bisa dipandang sebelah mata di kancah balap internasional. [Adi/TimBX]