MENU
icon label
image label
blacklogo

Ulasan Mengenai Volkswagen Tiguan AllSpace

NOV 25, 2019@15:00 WIB | 386 Views

Volkswagen memang sudah kadung dikenal sebagai pembuat mobil dengan berbagai tipe, yang tentunya memiliki durability yang baik. Salah satu tipe kendaraan yang baru-baru ini diluncurkan di Indonesia adalah SUV Tiguan AllSpace. SUV generasi kedua ini sebelumnya sudah diluncurkan resmi di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), Agustus 2019 lalu. Nah, sebenarnya bentuk dari mobil ini tidak jauh berbeda dengan rilisan sebelumnya di tahun 2018 lalu, yang bagian facia terlihat "jenong". Lantas apa yang membuat perbedaan SUV ini dong? Kita ulas satu per satu BlackPals.

Eksterior

Jika dilihat dari depan, SUV Jerman, maaf Maksudnya SUV INDONESIA, karena mobil ini sudah CKD, rakitan lokal tapi komponen impor dari Meksiko. Nanti kita lihat apa untungnya CKD ya. Lanjut, dari depan garis lampu dan grill sangat solid dengan hiasan krom. Garis krom ini menyatu dari LED DRL lampu satu, ke lampu sebelahnya. Mantap. Dengan ditambah projector LED headlamp membuat kesan mobil ini sebenarnya seperti kelas atas ya, mevvah!

Ada 7 sensor yang mengamankan mobil ini dari depan plus kamera buat bantuin kalian untuk parkir, atau berkendara. Meskipun begitu, ternyata untuk foglamp masih memakai bohlam biasa. Model kap mesin masih sama dengan keluaran tahun 2018, dengan model jenongnya yang lebih ngeboxy atau lebih ngotak. Model seperti inilah yang kami rasa lebih modern dari sebuah SUV VW yang dipadukan dengan lampu utamanya, keren.

Pindah ke samping, khas VW Tiguan edisi 2018 masih terasa disini, dengan lekukan garis memanjang dari kap mesin bagian samping, memanjang hingga belakang. Agar tidak terlalu rata, VW Tiguan Allspace juga memiliki fender yang cukup lebar, sehingga memberikan kesan mobil ini merupakan sebuah SUV besar. Jika dilihat secara dekat, model velg memiliki baut yang tidak biasanya, dengan berbentuk bintang. Mungkin VW membuatnya agar Velg Tiguan Allspace nggak mudah dicolong pencuri ya. Selain itu, warna velgnya oun juga sudah two tone, yaitu hitam dan silver, dengan membentuk bintang. Handle pintu juga terlihat solid dan tebal, dengan sensor untuk membuka lock pintu.

Di bagian atas, VW Tiguan Allspace ini memiliki roof rail ditambah antena shark fin, namun tanpa panoramic sun roof. Kalau versi luar negeri malah pakai sun roof, a la SUV kekinian. Tapi kenapa Volkswagen Tiguan AllSpace ini nggak ya? Sedikit chit-chat dengan sales mobil ini, memang diterima keinginan calon pembeli dan konsumen Volkswagen lainnya untuk tidak membuat panoramic roof, dengan alasan cuaca Kota Jakarta yang dominan panas terus menerus. Dengan adanya panoramic roof atau sun roof, justru membuat kabin lebih panas. Itu sanggahan dari salah satu sales VW Indonesia ya BlackPals.

Nah, ada yang indah-indah dipandang mata dibagian belakang sini BlackPals. Lampu bagian belakang semua sudah LED, dengan detail segitiga-segitiga yang menyatu. Di bagian bawah jika dilihat ada dua lubang yang seakan-akan menyerupai knalpot, padahal bukan. Knalpot aslinya berada di bagian bawah, dengan dua lubang. Tapi, seandainya lubang knalpot palsu tersebut, benar-benar knalpot, justru menambah keindahan mobil ini.

Interior

Masuk ke Volkswagen Tiguan Allspace memang sangat nyaman, lantaran modelnya yang “driver oriented”. Kita mulai saja dari sisi pengemudi. Setirnya yang terbalut kulit, juga “dihiasi” dengan tombol tombol fungsional. Ini berbeda, mengingat tombol khusus “car information” yang biasanya ada di bagian kiri, kini berada di sebelah kanan. Sementara untuk cruise control yang biasanya ada di bagian kanan, kini berada di bagian kiri. Mengenai instrument cluster, SUV ini sudah membuat model digital atau biasa disebut cockpit instrument cluster. Disini pun informasinya cukup banyak, seperti view yang bisa diubah-ubah menjadi model analog, digital, dan digital dengan gambar SUV Tiguan Allspace. Knob  sein juga berada di sebelah kiri, dan wiper di sebelah kanan, serta untuk lampu berupa knob “kompor” di bawah sebelah kanan, khas mobil Eropa.

Pindah ke bagian tengah, kita akan melihat dashboard yang full dengan material sumper empuk, dan asli. Ada juga kompartemen buat menyimpan koin atau modem atau apalah yang kalian inginkan di dashboardnya. Lampu sensor airbag untuk penumpang ternyata bukan diletakkan di instrumen cluster, namun di tengah-tengah lubang AC depan. Nah, ini yang menarik BlackPals, yaitu headunitnya. Jika tipe sebelumnya menggunakan headunit dengan tombol-tombol, kali ini pure touch screen. Hanya tombol on/off dan pengatur volume saja yang berwujud disini. Head unit Tiguan All Space juga bukan sembarang headunit, karena banyak informasi yang kita dapatkan disini, seperti kondisi kendaraan, A/C, parkir sensor, dan masih banyak lagi.

Kamu mau memutar lagu pakai flash disk? Ada, namun colokannya bukan di headunitnya, melainkan di konsol bawah lagi. Selain “colokan” USB untuk musik dan AUX, ternyata khas mobil lama pun masih ada di kabin SUV ini, yaitu lighter api buat yang perokok. AC sudah triple zone dan ditambah pemanas kabin. Jadi, kalau kalian pergi ke dataran tinggi, pemanas ini bisa membantu menghangatkan tubuh anda.

Konsol tengah juga bisa menampung dua cup sekaligus yang solid, dan yang terpenting boks tengah, bisa di adjust ketinggiannya dan dapat dimaju-mundurkan. Di bagian langit-langit, apakah ini mengganti fungsi panoramic roof atau tidak yang jelas, ada dua kompartemen yang memanjang hingga baris kedua.

Pindah ke baris dua, memang tidak ada entertain yang banyak, hanya pengatur AC, slot charging 12 V dan USB dan juga ada meja yang dapat menampung beban hingga 5 kg. jadi iPad, atau komputer tablet lainnya bisa diletakkan di meja ini. ngetik-ngetik jadi nyaman ya? Tapi, saya rasa mobil ini lebih cocok untuk berkendara sendiri.

Namun untuk baris ketiga, saya rasa tidak nyaman untuk diduduki penumpang dengan tinggi badan 160 cm, karena memang sangat sempit. Namun, untuk konsol/laci tersedia di sebelah kiri dan kanan, serta ada power outlet 12 v di belakang sebelah kiri. So, mobil ini sebenarnya cocok jika disebut SUV 5+2 seater.

Meskipun sudah ditambah jok belakang, nyatanya bagasi SUV ini masih sangat luas. Selain itu, memang ada laci lagi yang disediakan buat tempat barang dan juga tool kit plus spare tire temporary. Ada juga tirai yang disediakan untuk menutup bagasi belakang, agar tidak kelihatan dari luar. Jaga-jaga saja bila ada “calon” pencuri yang ingin melirik barang di bagasi ya. Uniknya, ternyata ada terselip mini senter di bagasi ini, yang terletak di sebelah kanan. Nah, sayangnya ketika dicoba, senternya tidak menyala.

Mesin

Mesin yang digunakan Tiguan AllSpace ini adalah 1.4 TSI yang mampu menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi dibanding rata-rata mesin lainnya. Dengan turbocharger, tenaga yang dikeluarkan mencapai 150 Hp dan torsi 250 Nm, yang digabungkan dengan Direct Shift Gearbox with Dual Clutch.

Teknologi dan Keamanan

Volkswagen Tiguan AllSpace kini memiliki KESSY (Keyless Entry Start and autorization System), yang memudahkan ketika akan memasuki kendaraan, yang secara otomatis akan unlock pintu. Semua ini dapat dilakukan tanpa menggunakan kunci (Keyless Access). Peredam yang digunakan pun menggunakan Dynamic Chasis Control (DCC), yang secara otomatis akan menyesuaikan suspensi dengan kondisi jalanan, dan keinginan pengemudi. Adjustable shock absorbernya terhubung ke perangkat kontrol yang menghitung pengaturan terbaik untuk setiap roda.

Ada lima mode berkendara yang diberikan yang tentunya bisa dipilih sesuai keinginan kalian dalam berkendara. Agar tidak susah membuka pintu, Easy Open di bagian belakang juga disediakan hanya dengan sapuan kaki sedikit saja di bawah bumper SUV satu ini. yang terpenting adalah cruise control juga tidak ketinggalan untuk melengkapi teknologi terkini dari sebuah SUV Eropa.

Mengenai keamanan, VW Tiguan Allspace sudah disedikana Area View 360, yang pandangannya dapat disesuaikan hingga 12 pandangan. Tingkat selanjutnya yaitu adanya Electronic Stability Control. ESC memprediksi ketika berkendara, apa yang akan terjadi dengan menggunakan sensor untuk memantau pergerakan roda kendaraan dan saat kendaraan mulai tergelincir, teknologi anti-skidding mengambil alih dengan Menerapkan rem ke satu atau lebih roda atau mengurangi tenaga mesin jika perlu. ESC menghubungkan ke sistem elektronik mobil, seperti anti-lock brakes (ABS) dan engine braking control (EBC). Dengan sensor pada roda dan kemudi, ditambah sensor gerakan yaw.

Didukung oleh sensor airbag, Automatic Post Collision Braking System mengurangi benturan kendaraan menjadi semakin parah. Secara otomatis memulai pengereman setelah kendaraan mengalami tabrakan, dan mempercepat pengereman untuk meminimalkan benturan selanjutnya.

Nah yang satu ini bisa dibilang sangat membantu bagi kalian yang susah parkir. "Park Assist" memungkinkan parkir semi-otomatis untuk depan, samping dan belakang. Tidak hanya membuat parkir paralel lebih mudah, tetapi juga membantu ketika parkir seri. Dengan menggunakan sensor ultrasonik, Park Assist akan mendeteksi tempat parkir yang cukup besar untuk parkir mundur atau paralel. Setelah kendaraan mundur, yang harus dilakukan pengemudi hanyalah mengoperasikan pedal gas dan rem, dengan tetap memonitor pada posisi kendaraan. selebihnya ada tire monitoring pressure, airbag 6 titik, electroning parking brake, dan ISOFIX.

Kekurangan

Dibalik kelebihan yang ada di Tiguan All Space ini, tentunya ada kekurangannya. Pertama adalah tidak adanya adaptive cruise control, dimana fitur ini merupakan tingkat kenyamanan bagi pengendara jika dijalan tol. Adaptive cruise control sendiri dapat memperkirakan jarak kendaraan yang ada di depan, sehingga mobil ini mampu berakselerasi maupun deselarasi secara otomatis.

(Menaikkan Wiper pun kini wajib mengaktifkannya seperti ini terlebih dahulu, lalu angkat wiper)

Selain itu, untuk sebuah SUV masih berupa penggerak roda depan. Sayang sekali tidak adanya pilihan AWD untuk di Tiguan All Space ini ya BlackPals. Selain itu, lane keeping assist tidak ada untuk SUV ini. meskipun memang tidak terlalu penting untuk pengendara, karena ketika mengemudi, pengendara wajib fokus dalam berkendara. Dengan harga Rp 598 juta, saya rasa masih cukup setimpal dengan kelebihan yang diberikan oleh Volkswagen Tiguan AllSpace ini. jadi bagaimana, berniat untuk membelinya BlackPals?[prm/timBX]

Tags :

#
autonews,
#
volkswagen,
#
vw,
#
tiguan,
#
all space,
#
ulasan