MENU
icon label
image label
blacklogo

Shell Indonesia Dukung Inovasi Energi Guna Revolusi Industri 4.0

AUG 20, 2019@09:47 WIB | 623 Views

Shell Lubricants Indonesia bekerjasama dengan Energy Academy Indonesia (Ecadin) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Inovasi Untuk Negeri”. Seminar yang dibuka oleh Dian Andyasuri, Direktur Pelumas PT Shell Indonesia ini menghadirkan para pakar dari berbagai sektor energi sebagai narasumber, antara lain; Prof Ainun Naim, Ph.D, Sekretaris Jendral Kementerian Ristek dan Perguruan Tinggi RI; Dr. Deendarlianto, Dewan Riset Nasional & Kepala Pusat Studi Energi UGM; Nur Yuniarto, Ketua Pusat Riset Kendaraan Listrik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya; dan Ricky Elson, Founder Lentera Bumi Nusantara.

Seminar “Inovasi untuk Negeri” dan acara final kompetisi “Think Efficiency 2019”  digelar dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-74 tahun dan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional pada tanggal 10 Agustus. Acara ini juga merupakan wujud komitmen Shell dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, riset dan inovasi di Indonesia.

Dalam sambutannya, Dian Andyasuri mengatakan, “Kami memahami pentingnya riset dan inovasi teknologi untuk menghadapi dunia yang terus berkembang dan tantangan energi di masa depan. Inovasi berkelanjutan juga merupakan prioritas kami di Shell dan kami telah melakukan berbagai terobosan serta menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk kalangan industri dan akademisi, untuk bersama-sama mencari ide, solusi dan inovasi teknologi sejalan dengan semangat Revolusi Industri 4.0 yang menjadi lompatan besar bagi sektor industri termasuk dalam hal pemanfaatan energi.”

Seminar “Inovasi untuk Negeri” yang dihadiri tak kurang dari 100 peserta, membahas berbagai isu menarik seputar energi dan tribologi (ilmu mengenai gesekan, keausan dan pelumasan yang berkontribusi terhadap efisiensi energi).  Seminar ini juga membahas berbagai tantangan dan gagasan serta kebijakan terkait masa depan energi, yang disampaikan oleh para narasumber yang menjadi pakar di bidangnya.

Sebagai pembicara utama, Prof. Ainun Naim dalam paparannya mengatakan, “Sejalan dengan semangat perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke-74 tahun ini, kami melihat Think Efficiency sebagai katalisator invensi dan inovasi dalam menyiapkan generasi unggul untuk Indonesia maju.”

Adapun Deendarlianto pada kesempatan seminar ini berbicara mengenai ketahanan energi nasional. Ia menjelaskan konsep Center of Excellence (COE) sebagai sebuah ide untuk menghadapi tantangan energi masa depan. Menurutnya, target Energi Baru dan Terbarukan (EBT) pada tahun 2025 sangat tinggi yaitu 23%. “Untuk menghadapi tantangan tersebut, COE (Center of Excellence) yang berfungsi memfasilitasi, memimpin, memberikan dukungan dan/atau pelatihan kepada masing-masing area fokus menjadi kunci dalam melahirkan inovasi melalui riset-riset unggulan yang terintegrasi. Oleh karena itu, kegiatan seperti ‘Think Efficiency’ ini sangat baik untuk menjembatani kolaborasi antara akademisi dan pelaku industri demi terwujudnya Center of

Excellence yang mampu menjawab berbagai tantangan energi di Indonesia”, tambahnya.

“Kegiatan Think Efficiency merupakan wujud partisipasi kami untuk dapat berperan dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Hal ini sejalan dengan aspirasi ‘Shell untuk Indonesia’ dimana kami ingin berperan aktif sebagai energi pemacu bangsa, bekerja dan berkarya bersama dengan talenta Indonesia, berkontribusi dalam pembangunan negeri melalui penciptaan ide. Kami yakin kegiatan ‘Think Efficiency’ dapat menjadi wadah yang mampu melahirkan karya-karya inovatif untuk membantu mempersiapkan bangsa Indonesia menghadapi tantangan masa depan, dan menjadi bangsa yang besar, unggul, serta berdaya saing,” jelas Dian lagi.[prm/timBX]

Tags :

#
autonews,
#
shell,
#
shell indonesia,
#
energi terbarukan