MENU
icon label
image label
blacklogo

Perluas Kerjasama dengan Garuda Indonesia, 200 unit Renault Triber Dipesan Untuk Operasional

AUG 01, 2019@13:00 WIB | 355 Views

Setelah sukses meluncurkan New Maxindo Version Renault Koleos 2019 di Hanggar Garuda Indonesia pada bulan April 2019 lalu, kini Maxindo Nusantara Group (Renault – BMW Motorrad – MINI Cooper) kembali memperkuat kerjasama dengan Garuda Indonesia melalui penandatanganan Head of Agreement. Bertempat di Onfive, Grand Hyatt Hotel, 31 Juli 2019, undangan dihadiri petinggi kedua belah instansi dan wakil konsumer, serta awak media. Selain kerjasama yang positif, pada kesempatan kali ini pula, Maxindo Nusantara Group turut mendukung peluncuran video keselamatan bagi para penumpang Garuda Indonesia.

Garuda Indonesia akan menggunakan Renault Twizy sebagai mobil listrik sebagai operasional di sekitar hangar Garuda Indonesia. Selain itu Renault Triber sebagai seven seater terbaru akan menjadi mobil operasional bagi pramugari maskapai Garuda Indonesia. Kerjasama ini ditandatangani oleh kedua belah pihak Maxindo Renault Indonesia dan Garuda Indonesia, yang diwakili oleh Davy J. Tuilan, COO Maxindo Renault Indonesia dan Ari Askhara Presdir Garuda Indonesia.

Terkait penyelenggaraan GIIAS 2019, Maxindo Renault Indonesia (MRI) memperoleh raihan yang cukup positif. Renault Triber dalam dua varian matic dan manual meraih angka SPK yang terbilang tinggi.  

"Ada 1386 unit SPK untuk seluruh varian Renault. Untuk seven seater terbaru Triber tercatat 1033 unit SPK, sisanya KWID, KWID Climber, Koleos dan Duster. Hanya dengan tanda jadi Rp3 juta, mereka rela menunggu kehadiran Renault Triber manual hingga akhir Desember 2019. Namun untuk Triber matic, harus menunggu hingga April 2020," ujar Davy yang cukup terheran-heran dengan pencapaian tersebut.

Dari 1033 unit, bila dibreakdown, sebanyak 70 persen calon konsumen menghendaki varian Triber RXZ dengan transmisi Matic. Sisanya mereka lebih memilih manual. "Bila disimpulkan sementara, mereka para pembeli Triber adalah orang yang menjadikan Triber sebagai mobil sekunder, atau tersier. Alias mereka tidak begitu butuh mobil, yang penting bagi mereka mendapatkan versi Triber pertama dan itu varian yang paling tinggi di kelasnya," ungkap Davy.

Hingga saat ini memang belum bisa diketahui Triber bakal diputuskan diharga berapa. "Anomali berikutnya adalah varian warna. Dari dua varian blue dan yellow, warna kuning Triber cukup diminati. Renault tetap mengakomodasi antara French Design dan unsur sensual. Terpilihlah warna kuning gold, untuk mewakili keseksian Renault Triber," sambung Davy.

Klaim pabrikan menyatakan konsumsi BBM 1:20. Dengan basic mesin Renault Clio itu sampai sekarang belum diketahui berapa konsumsi BBM dari Renault Triber. Salah satu informasi yang kami dapat dibalik kerjasama Renault dengan Aero Trans Garuda Indonesia, Renault Triber akan dijadikan mobil operasional untuk pramugari dan pilot. "Renault Triber telah dipesan pihak Garuda Indonesia sebanyak 200 unit," tutup Davy.[Ahs/timBX]


 

 
 

Tags :

#
maxindo,
#
mini maxindo,
#
bmw motorrad,
#
maxindo renault indonesia,
#
aero trans,
#
garuda indonesia