MENU
icon label
image label
blacklogo

Pemerintah Siap Wujudkan Mudik Aman Guyub Rukun

MAY 17, 2019@13:05 WIB | 849 Views

IPTEK PP Kagama bekerja sama dengan Kemenhub dan Jasa Marga serta Harian Kompas menggelar forum diskusi teras bertemakan ‘Mudik Selamat, Guyub Rukun’, di Hotel Crowne Plaza, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (16/5). Diskusi turut mengundang para stakeholder yang berkepentingan dalam rangka untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) angkutan jalan serta mengoptimalkan penggunaan dan pergerakkan lalu lintas pada beberapa ruas jalan tol dan jalan nasional pada masa angkutan Lebaran tahun 2019

Pada diskusi kali ini turut pula hadir menjadi pembicara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Dirjen Hubdar Budi Setiadi, Dirut Jasa Marga Desi Arryani, didampingi langsung Pimred Harian Kompas Ninuk Mardiani Pambudi, serta Ketua I Bidang Kajian Iptek PP Kagama Hariadi Himawan. Presenter Kompas TV Liviana Cherlisa juga hadir sebagai moderator acara diskusi tersebut.

Dalam penjabarannya Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri menyampaikan jikala segala kesiapan dan persiapan yang telah dilakukan seluruh jajarannya untuk mengantisipasi mudik tahun ini. Dia juga mengatakan bahwa diperkirakan akan ada peningkatan jumlah pemudik nantinya dibanding tahun lalu.

“Jumlah pemudik pada Lebaran tahun ini diperkirakan meningkat hingga 40 persen,” ucap Kakorlantas dalam diskusi.

Kakorlantas juga menyebutkan bahwa sekitar 60 persen pemudik nantinya melakukan perjalan mudik menuju Pulau Jawa. Dalam mengantisipasi peningkatan pergerakan arus kendaraan, dia juga menjelaskan hasil kesepakatan bersama tentang pemberlakuan sistem one way pada arus mudik maupun balik.

“60 persen pemudik mudik menuju Pulau Jawa. Kemudian yang menuju Sumatera 20 persen, sedangkan Indonesia bagian Tengah dan Timur 20 persen. Kemudian ada satu kebijakan yang berbeda. Kita bersama sudah menyepakati, bahwa pada saatnya nanti akan diberlakukan one way untuk arus mudik dan balik,” jelasnya.

Sistem one way rencananya akan diberlakukan di tanggal 30-31 Mei dan 1-2 Juni untuk arus mudik mulai KM 25 Cibitung, sampai KM 263 exit Brebes Barat. Sedangkan pada arus balik, akan diberlakukan tanggal 7,8,9 Juni mulai KM 189 Palimanan sampai KM 25 Cikampek Jakarta.

Sementara Dirut Jasa Marga Desi Arryani mengatakan bahwa tantanga terbesar mereka adalah kesadaran pemudik untuk tidak menggunakan bahu jalan sebagai Rest Area. Menurutnya para pemudik, terutama yang melalui jalan tol, tidak perlu memaksakan harus masuk Rest Area di sepanjang jalan tol. Arryani menganjurkan untuk mencoba alternatif dengan beristirahat di area yang berada di jalanan umum dengan cara keluar dari jalur tol dahulu.

Dirjen Hubdar Budi Setiadi mengatakan pihaknya terutama akan berkonsentrasi perihal penumpukan pemudik yang menuju dermaga untuk menyeberangi laut. Pihaknya merencanakan bakal memberlakukan sistem ganjil genap untuk mobil yang berlaku dari jam 8 malam hingga jam 8 pagi. Hal ini dikarenakan berdasarkan pola tahun lalu, penumpukan terjadi setiap harinya dari jam 12 malam hingga subuh.

Menhub Budi Karya dalam paparannya menjelaskan bahwa semua persiapan telah dilakukan dengan menggandeng berbagai instansi dan stakeholder terkait demi mewujudkan ‘Mudik Selamat, Guyub Rukun’ yang menjadi slogan tahun ini. Budi juga menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo sangat serius terkait keamanan dan kenyamanan pemudik dan menekankan padanya bahwa mudik tahun ini harus lebih baik lagi.

[Ard/tim BX]

Tags :

#
diskusi teraskita,
#
kementerian perhubungan,
#
jasa marga,
#
budi karya