MENU
icon label
image label
blacklogo

MotoGP: Honda Membebaskan Lorenzo Melakukan Apa yang Diinginkannya

FEB 14, 2020@19:00 WIB | 99 Views

Seandainya semuanya berjalan sesuai rencana, Jorge Lorenzo akan menghabiskan uji coba Sepang baru-baru ini untuk mempersiapkan musim MotoGP keduanya bersama Repsol Honda.

Sebaliknya, sang juara dunia lima kali melakukan debutnya sebagai test-rider Yamaha, memberikan umpan balik pada motor M1 dan menawarkan bantuan kepada para pebalap seperti Maverick Vinales, Valentino Rossi, Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli.

Perjanjian untuk kembali ke pabrik tempat di mana dia menikmati kesuksesan terbesarnya dibuat tak lama setelah Lorenzo mengumumkan pengunduran dirinya di putaran terakhir di Valencia pada November tahun lalu.

Jika desas-desus itu benar, mantan pemilik ‘angka 99’ itu bahkan mungkin membalap dengan M1 pada akhir tahun ini, dengan peluang wildcard di putaran Barcelona.

HRC bisa saja melarang Lorenzo dari kegiatan uji coba atau wildcard semacam itu sampai akhir 2020 dan pria 32 tahun itu berterima kasih kepada manajer tim Repsol Honda (Alberto Puig) karena memilih untuk tidak melakukannya.

"Harus saya mengatakan Alberto selalu sangat pintar dan selalu sangat setia. Saya selalu mendapat dukungan baik di tahun yang saya habiskan di Honda," kata Lorenzo. "Saya sangat bersyukur mereka tidak menempatkan klausa apa pun untuk menghentikan saya mengendarai motor lain tahun ini. Mereka bisa saja melakukannya, tetapi mereka tidak melakukannya.

"Untuk alasan itu saya dapat bekerja dalam peran ini (di Yamaha). Saya tidak menerima panggilan apa pun dari Alberto tetapi saya akan selalu menghargai bantuannya pada 2019 dan karena tidak memasukkan klausul ini setelah melanggar kontrak saya dengan Honda untuk tahun 2020."

Puig bersikeras tidak ada masalah dari pihak Honda tentang perpindahan Lorenzo ke Yamaha.

"Kami memiliki kontrak dua tahun, tetapi ketika pebalap datang kepada kami dan mengatakan ia ingin berhenti, bahwa ia ingin menjaga kondisi fisiknya karena ia tidak ingin melukai dirinya lagi, bahwa ia tidak menemukan motivasi untuk berkendara karena dia tidak dapat menemukan perasaan tertentu, tentu saja kami hanya bisa membiarkannya," kata Puig.

"Saya senang karena Honda melakukan apa yang 100% benar. Dia mengatakan kepada kami bahwa dia tidak siap berkendara dan kami menghormatinya. Honda tidak akan pernah mendukung seorang pria untuk berkendara pada kecepatan 300 km/jam jika dia tidak mau memberi kejelasan sepenuhnya.

"Kami tahu bahwa selama periode waktu Jorge bersama kami, Honda berusaha maksimal. Mungkin itu tidak cukup baginya atau kita tidak sesuai dengan harapannya, tetapi kami bahagia karena semua insinyur, semua orang-orang di Jepang, staf di sini, tim, bahkan saya sendiri, sudah mencoba yang terbaik. Itu tidak terjadi, tetapi kami mencoba.

"Lalu ketika dia berkata ingin berhenti, kami senang dengan bagaimana itu berakhir, dia berterima kasih kepada kami dan cara dia berhenti dengan cara yang benar.”[Ade/Hsn/timBX]

Tags :

#
motogp,
#
honda,
#
jorge lorenzo