MENU
icon label
image label
blacklogo

MotoGP: Catatan Semusim Rossi (bagian 1)

NOV 16, 2015@17:00 WIB | 1,331 Views

Valentino Rossi memang gagal menggenapkan gelar juara dunianya yang kesepuluh musim ini. Meskipun The Doctor menorehkan sejumlah prestasi ciamik sepanjang musim, namun pada akhirnya pebalap Italia tersebut harus mengakui bahwa Jorge Lorenzo adalah juara dunia MotoGP 2015.

Terlepas dari bantuan duo pebalap Repsol Honda, Por Fuera memang tampil lebih mengkilap ketimbang rekan setimnya tersebut. Musim ini, Vale hanya mencetak empat kemenangan termasuk di seri pembuka Qatar akhir Maret silam. Meskipun hanya empat kali naik podium tertinggi, pemilik nomor 46 tersebut tampil cukup konsisten dengan hanya tiga kali terlempar dari finis podium.

Rossi mengawali musim dengan mengalahkan dua pebalap Ducati di sirkuit Losail, Qatar. Kemudian pada seri berikutnya di AS, dirinya harus mengakui kecepatan Marc Marquez dan Andrea Dovizioso. Musim ini ditandai dengan kembalinya Argentina sebagai tuan rumah MotoGP 2015. Memulai balapan dari posisi kedelapan, pebalap 36 tahun ini meraih sukses besar dengan menjuarai balapan. Disinilah persaingan ketat antara Rossi dan Marquez musim ini dimulai. 

Baby Alien yang memulai balapan dari pole position terpaksa gigit jari. Hal ini dikarenakan dirinya gagal meneruskan balapan setelah bersenggolan dengan Rossi di putaran terakhir lomba. Balapan di Argentina sendiri menjadi spesial bagi Cal Crutchlow karena ia berhasil menapaki podium pertama dan satu-satunya musim ini. Sementara Lorenzo masih belum bisa menemukan setingan terbaiknya.

Di Jerez, Por Fuera mulai menebar ancaman bagi sang pemimpin klasemen yakni rekan satu timnya sendiri. Setelah mencetak pole position, pebalap Spanyol tersebut berhasil memenangkan lomba diikuti Marquez dan Rossi. Dominasi Lorenzo di Jerez rupanya sukses menaikkan mental juara seorang Lorenzo. Setelah awal musim yang kurang memuaskan, ia mulai menemukan peforma terbaiknya.

Seri kelima MotoGP 2015 digelar di sirkuit legendaris Le Mans. Meskipun memulai balapan dari posisi ketujuh, Vale berhasil merangsek ke barisan terdepan dan finis ditempat kedua setelah Lorenzo. Di Le Mans, Marquez yang memulai balapan sebagai pole position tercecer dari tiga besar akibat melebar jelang tikungan pertama.

Setelah Perancis, kini tiba saatnya The Doctor beraksi di kandangnya sendiri, Mugello, Italia. Meski berstatus sebagai pebalap tuan rumah, tidak banyak yang bisa diperbuat olehnya. Didepan para pendukungnya, Rossi hanya mampu meraih waktu terbaik kedelapan. Namun berkat usahanya yang gigih, ia berhasil naik podium ketiga sekaligus mempertahankan asa menjadi juara dunia.

Di Catalunya Rossi kembali hanya bisa menjadi bayang-bayang dari rekan setimnya tersebut. Lorenzo sukses meraih kemenangan keempatnya secara berturut-turut, sementara pebalap Italia tersebut finis dibelakangnya dengan selisih 1 detik. Sementara juara dunia musim lalu tersungkur dan gagal meneruskan balapan untuk ketiga kalinya.

GP Assen merupakan titik balik pebalap kelahiran Urbino tersebut. Rossi berhasil memenangkan balapan setelah kembali bersenggolan dengan Marquez jelang garis finis. Aksi Vale sempat menuai kontroversi karena memotong jalur imbas benturan dengan Marquez. Namun Race Direction menilai keputusan Rossi untuk lewat gravel tidak melanggar aturan.

Marquez membalas kekalahannya di belanda dengan menjuarai balapan di Sachsenring, Jerman. Disini Rossi mendapat perlawanan sengit dari Dani Pedrosa yang baru saja pulih dari cedera arm pump. Pebalap Movistar Yamaha tersebut tidak bisa mengimbangi perlawanan Little Spaniard dan harus puas finis ketiga. [dw/timBX]


 

Tags :

#
valentino rossi,
#
motogp,
#
the doctor,
#
race