

JAN 12, 2026@16:00 WIB | 90 Views
Mazda kembali memperluas langkahnya di ranah elektrifikasi global. Pabrikan asal Hiroshima ini memastikan kehadiran Mazda CX-6e untuk pasar Australia mulai akhir 2025, sekaligus menandai keseriusan Mazda di segmen SUV listrik keluarga yang kini semakin padat. Model ini akan berdiri sejajar dengan Mazda 6e sedan, yang lebih dulu dipastikan masuk pasar regional.
CX-6e pertama kali diperkenalkan ke publik pada Brussels Motor Show, dan menjadi versi global dari Mazda EZ-60 yang telah lebih dulu dipasarkan di Tiongkok. Model ini dikembangkan melalui kerja sama Mazda dengan Changan Automobile, serta diproduksi langsung di China. Meski lahir dari kolaborasi lintas negara, CX-6e tetap membawa pendekatan desain dan karakter berkendara khas Mazda.
Pake Sasis dari Changan
Secara teknis, CX-6e dibangun di atas EPA electric architecture milik Changan, platform yang juga digunakan oleh Deepal S07. Kedua model ini berbagi fondasi yang sama, namun Mazda memberikan diferensiasi melalui desain, penyetelan suspensi, dan pendekatan interior yang lebih premium.
Untuk pasar Eropa dan Australia, Mazda CX-6e dibekali baterai LFP berkapasitas 78 kWh, berbeda dengan EZ-60 di China yang masih menawarkan opsi baterai NMC. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 483 km (WLTP), dengan dukungan DC fast charging hingga 195 kW yang memungkinkan pengisian 10–80 persen hanya dalam waktu sekitar 24 menit.
Performa Sendiri Cukup Nyaman
Dari sisi performa, CX-6e mengusung motor listrik 190 kW dan torsi 290 Nm yang disalurkan ke roda belakang. Akselerasi 0–100 km/jam diklaim tuntas dalam 7,9 detik, cukup kompetitif untuk ukuran SUV listrik keluarga yang menitikberatkan kenyamanan harian.
Dimensi CX-6e berada di kelas menengah atas dengan panjang 4.850 mm, lebar 1.935 mm, dan tinggi 1.620 mm. Secara ukuran, mobil ini berada di antara CX-60 dan CX-80, sekaligus menjadi rival langsung bagi Tesla Model Y dan BYD Sealion 7 di pasar Australia.
Masuk ke kabin, CX-6e tampil modern dan futuristis. Mazda mengadopsi layar lebar 26,45 inci yang menggabungkan sistem infotainment dan layar penumpang depan, sementara panel instrumen konvensional digantikan head-up display yang langsung berada di garis pandang pengemudi. Beberapa fitur unggulan yang ditawarkan antara lain velg 21 inci, suspensi adaptif elektronik, sistem audio 23 speaker dengan speaker di sandaran kepala, hingga digital side mirror berbasis kamera.
Mazda Pastikan ini EV Murni
Untuk saat ini, Mazda memastikan CX-6e hadir sebagai EV murni di luar pasar China. Versi range-extender yang tersedia di negeri asalnya masih belum dikonfirmasi untuk pasar global.
Ke depan, Mazda juga tengah menyiapkan SUV listrik sekelas CX-5 yang kemungkinan akan mengusung nama CX-5e. Model ini dijadwalkan meluncur sekitar 2028, dan akan menggunakan platform EV buatan Mazda sendiri, menandai fase baru kemandirian teknologi elektrifikasi mereka.
Dengan CX-6e, kemungkinan akan bisa masuk ke Pasar Indonesia. Mengingat komitmen Mazda kali ini mau datangkan model EV ke Indonesia sebagai bentuk dari pengembangan pasar. [Adi/TimBX]