MENU
icon label
image label
blacklogo

Krisis Chip Semikonduktor Masih Terjadi, Toyota Akan Pangkas Produksi Mobil Perbulan

MAY 25, 2022@16:30 WIB | 135 Views

Saat ini, Industri otomotif sepertinya sedang berada dalam masa-masa yang sulit. Peralihan ke kendaraan listrik mengalami hambatan setelah masalah rantai pasokan komponen melanda. Baru-baru ini, produsen mobil terbesar asal Jepang, Toyota, mengatakan akan memangkas rencana produksi globalnya sekitar 100.000 karena kekurangan pasokan semikonduktor.

Pada bulan Maret lalu, raksasa otomotif asal Jepang ini mengumumkan akan menghentikan produksi di salah satu pabrik domestiknya, offline selama delapan hari karena kurangnya semikonduktor. Toyota juga membuat rencana untuk memotong produksi global sebesar 150.000 pada bulan April.

Toyota mengumumkan bahwa mereka akan memangkas produksi global lagi sekitar 100.000 menjadi sekitar 850.000 unit pada bulan Juni, karena kelangkaan chip semikonduktor yang kembali melanda dunia. Namun, Toyota tidak mengubah perkiraannya untuk memproduksi sekitar 9,7 juta unit di seluruh dunia pada Maret 2023.

Selain itu, Toyota mengumumkan penangguhan lini pabrik lainnya, karena kekurangan pasokan komponen yang disebabkan oleh lockdown ketat di Shanghai, Cina. Penangguhan akan berlangsung selama lima hari, mulai 25 Mei hingga 3 Juni. Penangguhan ini  akan dilakukan 16 jalur di 10 pabrik Toyota selama bulan Mei dan Juni.

Toyota sendiri memiliki rencana ambisius untuk meluncurkan 30 BEV baru pada tahun 2030, menjual sekitar 3,5 juta mobil baterai-listrik setiap tahun. Tetapi dengan pengurangan kuota produksi saat ini yang disebabkan oleh gangguan pasokan dan semikonduktor, sepertinya rencana ini tidak akan berjalan mulus. [fdlh/era/timBX] berbagai sumber.

Tags :

#
toyota,
#
semiconductor,
#
chip,
#
industry