MENU
icon label
image label
blacklogo

Koenigsegg Jesko, Supercar Hybrid Entry Level Hadir di Geneva

MAR 10, 2019@16:00 WIB | 1,307 Views

Selain Ferrari, Bugatti, McLaren, Aston Martin, Lamborghini, Pininfarina, Piech, yang menghadirkan varian sports car terbarunya. Rupanya Koenigsegg tidak ketinggalan meluncurkan sporst car Jesko, sebagai sports car yang lebih murah (entry level).  Menggunakan mesin 5.0 liter, V8, twin turbo, diekspektasikan menghasilkan daya total hingga 1578 hp. Tapi kenapa Koenigsegg mengklasikasikan sebagai entry level, tentu ini menjadi pertanyaan besar Black Pals?

Sebelum membahas kesitu, kelebihan apa saja yang dimiliki Jesko. Mesin yang besar dan lebih bertenaga, disain yang indah dan futuristik, aerodinamika yang lebih memiliki downforce dan banyak lagi. Penggunaan transmisi revolusioner, new Light Speed Transmission (LST) yang didesain ulang untuk meningkatkan perpindahan gigi serta kinerja dapur pacunya. Koenigsegg lebih menetapkan sebagai entry level, dengan teknologi drivetrain yang paling canggih.  Mengapa ada versi murah?

Usut punya usut ternyata, Koenigsegg telah memposting pengumuman aliansi dengan perusahaan Swedia China, NEVS. NEVS baru saja menyelamatkan asset SAAB sebagai perusahaan otomotif Swedia. Intinya, dari kemitraan tersebut, Koenigsegg ingin sepotong kue besar di pasar otomotif, tentu dengan paket eksklusifitasnya.

Jangan pernah menganggap Jesko disebut sebagai mobil rakitan Cina. Karena semuanya sepenuhnya di rekayasa, dirakit dan diuji oleh Koenigsegg. Menurut laporan Road & Track, Koenigsegg telah menggunakan fasilitas NEVS untuk produksi Jesko.  Mengapa bisa miring harganya, namun dengan kualitas tinggi?

Meski menggunakan mesin Koenigsegg 5.0 liter V8, akan tetapi jeroan mesinnya menggunakan teknologi free valve.  Mesin tersebut tidak memiliki camshaft yang mengontrol intake dan exhaust valve. Sebagai penggantinya menggunakan individual actuartors disetiap katupnya. Antara pengangkatan dan durasi katup terlepas dari putaran mesin,  dan itu diterapkan pada semua katupnya.

Efeknya akan lebih jauh dan lebih luas, memungkinkan mesin bisa mengganti siklus pembakaran dan bahan bakar lebih mulus. Akibatnya mesin bekerja secara optimal berdasar beban mesin dan putaran mesin.  Bandingkan dengan variable valve timing pada mesin generasi 10-15 tahun silam. Teknologi yang disematkan lebih fleksibel.

Mesin 5.0 liter V8 dipadukan dengan teknologi hybrid dari Koenigsegg Regera, atau disebut sebagai direct drive dalam bahasa Koenigsegg. Ditopang menggunakan kopling hidrolik, dan sebuah paket kopling pengganti gearbox tradisional dan dua motor listrik pertama yang menyuplai tenaga dan kedua untuk sebagai starter dan generator.  Sistem baru ini diklaim menghilangkan 50% tenaga yang hilang.

Penggunaan dua turbocharger salah satunya untuk meningkatkan efisiensi thermal dengan mengolah kembali limbah panas dari knalpot, sebelum dibuang. Kombinasi free valve dengan Direct Drive serta system hybrid menjadikan sebuah supercar yang paling bertenaga, meski dengan mempertahankan mesin combustion.

Jesko tidak memiliki orientasi mobil track, lebih ke mobil jalanan dengan performa tinggi. Koenigsegg sebenarnya melakukan perang terbuka terhadap pabrikan supercar lainnya, yang telah lebih dulu menghasilkan mesin hybrid dengan high performance. McLaren, Porsche, dan Ferrari telah mendahului versi hybridnya.

"Bagi saya, Koenigsegg harus menjadi pinnacle brand. Dan ketika kami mengatakan kami sedang membuat mobil di bawah satu 1 juta euro (Rp16 miliar). Hanya saja hypercars kami yang lain menjadi mahal secara hierarkis. Kami akan tetap berproduksi dalam volume lebih kecil untuk menjaga ekslusifitas," tutup Christian Von Koenigsegg.[Ahs/timBX]

Tags :

#
supercar,
#
sports car,
#
supercar hybrid,
#
koenigsegg jesko