

JAN 27, 2026@19:30 WIB | 37 Views

Kinerja Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) 2025 mencapai angka rekor yang cukup signifikan, ditandai dengan kinerja ekspor yang mencapai 3 juta unit dari tahun 1987 hingga 2025. Sementara angka ekspor tahun 2025 mencapai hampir 300 ribu, lebih tepatnya, 298.457 unit atau menguasai market share ekspor CBU sekitar 58% dari total produksi otomotif yang memenuhi pasar ekspor.
"Kalau target kita sebenarnya di angka 300 ribu, lebih tepatnya diangka 298.457 unit dan angka itu menjadi sebuah record bagi TMMIN," tutur Nandi Julyanto Presiden Direktur TMMIN.

Sementara dalam kinerja nasional tahun 2025 TMMIN juga berhasil menguasai market leader otomotif nasional. Jumlah penjualan unit Toyota mencapai 258,9 ribu unit retail sales. Sekaligus menguasai market share sebanyak 31%, dan menobatkan sebagai brand dengan penjualan terbanyak di Asia Tenggara.
"Dari angka retail sebesar 258,9 ribu unit tersebut, unit Kijang Innova terjual dengan jumlah 62,5 ribu unit atau melengkapi 59% market share MPV (gabungan dari Innova,Zenix)," tambahnya.

Sementara TMMIN dan Toyota Astra Motor terus mengupayakan teknologi terkini untuk model baru yang dirilis. "Tahun lalu kita fokus pada campaign, ketika mengeluarkan sebuah produk baru, selalu ada spirit untuk melokalkan produk global ke domestik. Tujuannya menyumbang investasi kepada industri nasional. Setelah 50 tahun Toyota, total investasi mencapai lebih dari Rp100 triiliun. Menyerap tenaga kerja hingga 60 ribu orang, dengan ratusan diler yang memberikan multiplayer effect seara ekosistem," jelas Wakil TAM Henry Tanoto dalam acara gathering bareng Jurnalis di Jakarta Selatan.
Toyota Dengan Unique Selling Point

Banyak produk yang dikembangkan Toyota dilibatkan untuk berbagai aktifitas sportainment atau motorsports, seperti Slalom, Trackday, Sprint Rally, yang itu tentu menambah point bagi tim Gazoo Racing untuk terus menghasilkan podium tertinggi. Hal itu menandakan produk Toyota memang fun to drive, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Layanan aftersalesnya juga tidak terbatas.

Elektrifikasi melalui Toyota Hybrid. Titik temu kehadiran mobil Low MPV dengan mesin hybrid paling ditunggu-tunggu, karena tanpa elektrifikasi pun Avanza menjadi market leader di Indonesia. Namun memang sebelum kehadiran Veloz Hybrid disektor MPV, Innova Zenix jauh lebih dulu diperkenalkan disusul dengan Corolla Hybrid. Hadir dengan harga yang kompetitif, akhirnya kita hadirkan Veloz Hybrid yang saat ini sudah menyelesaikan 7700 km pengujian dari Lombok, Bali, Jawa ke Sumatera.

Mengapa Veloz Hybrid menjadi tumpuan TAM disektor elektrifikasi, salah satunya resale value-nya cukup baik. Teknologi hybrid Toyota cukup baik, dan terbukti teknologi tersebut bisa diimplementasikan di berbagai varian. Puncaknya pada bulan Desember 2025 kemarin sudah membukukan 4000 SPK.
Veloz Hybrid konsumsinya 1 liter bisa mencapai 28km. Saat akselerasi menanjak, tenaga Veloz hybrid jadi lebih ringan dibanding versi ICE. Tipe Veloz Hybrid yang paling diminati tipe V. [Ahs/timBX]