

OCT 28, 2022@16:30 WIB | 357 Views
Kia tampaknya menjadi produsen berikutnya yang menginvestasikan sejumlah besar uang di AS untuk produksi kendaraan listrik dengan rencana mulai beroperasi pada paruh pertama tahun 2025. Dengan EV yang akan dirakit di Hyundai Motor Group Metaplant America (HMGMA), menambah point bagi brand Kia yang sudah kuat di Georgia.

Fasilitas produksi Kia yang ada di West Point Geogia didirikan pada tahun 2006 dan dikatakan sebagai salah satu investasi asing terbesar di negara bagian tersebut. dimana 40% dari penjualan merek Korea Selatan tersebut di AS berasal dari pabrik West Point-nya. Direncanakan EV Kia di masa depan akan diproduksi di pabrik senilai $5,5 miliar atau setara dengan Rp 85,6 triliun dengan kurs hari ini tersebut dengan kapasitas produksi 300.000 kendaraan per tahun.

Sementara pabrik HMGMA ini direncanakan dapat menciptakan 8.100 pekerjaan di Georgia selama beberapa tahun ke depan sebagai rantai pasokan lokal untuk baterai dan komponen EV lainnya. Kia sudah merakit Telluride, Sorento, Sportage, dan K5 di Georgia, dan HMGMA dapat menambah daftar itu dengan EV seperti EV6 dan EV9 yang akan datang.
West Point juga telah menyumbangkan lebih dari $10 juta (Rp 155,7 miliar) untuk mendukung komunitas masyarakat Georgia di mana $6 juta (Rp 93,5 miliar) di antaranya digunakan untuk program pendidikan. Brand Korea Selatan itu juga telah membantu memimpin inisiatif amal untuk yang membutuhkan dan menyumbangkan sejumlah besar untuk amal di Bryan County dan Palang Merah Amerika.

Kia mengambil strategi EV-nya lebih serius sekarang karena Kia Niro EV telah mendarat di AS dengan label harga di bawah $ 40.000 (Rp 622,6 juta) dengan penawaran sekitar 2.000 mil paket pengisian gratis, menjadikannya crossover yang lebih mudah diakses daripada EV6. Keputusan Kia untuk meningkatkan produksi mobil listrik lokal sebagian juga dimotivasi oleh Undang- Undang Pengurangan Inflasi yang memberikan manfaat pajak kepada produsen yang memproduksi EV di AS. Ini setara dengan penghematan $7.500 (Rp 117 juta) untuk mobil listrik baru dan $4.000 untuk (Rp 62,3 juta) model lama. [ibd/zz/timBX] berbagai sumber