

JAN 09, 2026@13:49 WIB | 78 Views

Hyundai mengumumkan akan menggunakan peran robot humanoid di pabriknya mulai tahun 2028. Robot yang terpilih menjadi pekerja adalah robot Atlas yang dikembangkan Boston Dynamics.
Atlas akan bekerja pada 2028 di fasilitas produksi milik Hyundai yang berada di Georgia, Amerika Serikat (AS).
Pengumuman ini menandai perubahan yang sangat revolusioner dalam proses manufaktur kendaraan tidak hanya untuk Hyundai tapi juga industri otomotif global.

Keputusan Hyundai ini sangat menarik, karena selaras dengan upaya pemerintah AS yang ingin menghidupkan lagi industri manufaktur domestik.
Namun, pengumuman Hyundai ini juga mengundang kontroversi karena alih-alih mengandalkan tenaga manusia akan membawa masuk tenaga kerja mekanis.
Saat ini mungkin perbandingan tenaga kerja manusia lebih banyak dari mesin mekanis. Tapi, itu akan berubah dalam waktu cepat dan pabrik akan dikuasai oleh tenaga robot yang tidak kenal lelah dan libur serta bekerja lebih konsisten.

Untuk kasus Hyundai, potensi peralihan ini sudah dibantah perusahaan. Mereka menyebut ini adalah kolaborasi antara manusia dengan teknologi robotika, jadi bukan penggantian.
Lebih lanjut Hyundai menyebut robot-robot tersebut menangani pekerjaan yang membosankan, kotor, dan berbahaya. Sementara manusia fokus pada pengawasan, pelatihan, dan pekerjaan tingkat tinggi.
Untuk peran robot Atlas di pabrik Hyundai juga tidak terlibat langsung untuk melakukan perakitan kendaraan secara menyeluruh.
Tahapan awalnya, Atlas akan menjadi tim ‘beres-beres’ atau pekerjaan dasar seperti menata dan memindahkan komponen. Tugas utamanya memastikan komponen-komponen kendaraan tersedia secara rapi di lini produksi.

Tugas tersebut disesuaikan dengan morfologi dari Atlas sendiri. Robot ini memiliki tangan yang menyerupai tangan manusia dengan sensor sentuhan, sendi yang luwes, serta kemampuan mengangkat beban hingga 50 kilogram.
Atlas juga akan terus menerima upgrade dan pembaharuan dari Hyundai sehingga kemampuan juga akan bertambah. Jadi, tahun 2030 diproyeksikan robot-robot tersebut akan bisa menangani tugas perakitan yang jauh lebih kompleks.
Hyundai bukan satu-satunya merek yang memanfaatkan ide ini karena ada Tesla dan Mercedes. Tesla sedang mengembangkan robotnya sendiri dan tahun ini Mercedes mulai menguji robot humanoidnya sendiri di pabriknya di Berlin. [wic/timBX]