MENU
icon label
image label
blacklogo

Hyundai Gelontorkan 100 Triliun Kembangkan Bahan Bakar Sel

DEC 11, 2018@15:30 WIB | 1,160 Views

Hyundai Motor Group dikabarkan akan menginvestasikan Rp 100 triliun guna pengembangan teknologi bahan bakar sel hidrogen, sebagai bagian dari rencana untuk meningkatkan jumlah mobil yang akan menggunakan powertrain “anti emisi”.

Perusahaan Korea, yang membawahi Hyundai, Genesis dan Kia ini sangat mendukung dalam terciptanya powertrain bahan bakar sel, yang menggabungkan hidrogen dan oksigen untuk menghasilkan tenaga listrik, dengan air sebagai hasil “emisinya”. 

Hyundai mengharapkan permintaan pasar global untuk powertrain bahan bakar sel, tumbuh menjadi sekitar dua juta unit per tahun pada tahun 2030. Oleh karena itu, pabrikan otomotif asal korea selatan ini menggelontorkan biaya yang cukup fantastis, dalam mengembangkan powertrain “hijau” ini.

Dana yang di investasikan ini juga akan memperluas kapasitas produksi sistem bahan bakar sel menjadi 700.000 unit per tahun, dengan rencana untuk membangun hingga 500.000 kendaraan listrik berbahan bakar sel (FCEVs) per tahun, untuk keperluan penumpang dan komersial. Hyundai juga mengatakan bahwa bahan bakar ini nantinya akan digunakan untuk drone, kapal dan truk forklift, serta untuk penggunaan lain, seperti pembangkit listrik.

"Kami akan memperluas peran kami di luar sektor transportasi otomotif dan memainkan peran penting dalam transformasi masyarakat global untuk memperoleh energi terbaru dengan membantu membuat hidrogen menjadi sumber energi yang layak secara ekonomi," kata wakil ketua Hyundai Motor Group, Eui-sun Chung.

Hyundai telah meluncurkan mesin pertama yang dibangun dengan menggunakan bahan bakar sel khusus, yaitu Hyundai Nexo awal tahun ini. Kia nantinya akan dipersiapkan untuk meluncurkan FCEV sendiri menggunakan platform pribadi pada tahun 2021.

Pemasaran kendaraan hidrogen relatif melambat karena biaya produksinya yang tinggi, seperti Hyundai Nexo yang kemungkinan akan menelan biaya £ 65.000 atau sekita Rp 1,1 miliar ketika mulai dijual di Inggris tahun depan. Bagian dari rencana FCEV lainnya adalah pembangunan pabrik sistem sel bahan bakar baru di Chungju, Korea Selatan, yang akan membantu perusahaan suku cadang Hyundai Mobis meningkatkan output sistem dari 3000 menjadi 40.000 unit pada tahun 2022.

Pada Juni lalu, Hyundai Motor Group meneken kesepakatan dengan Volkswagen Group untuk mengembangkan teknologi hidrogen secara kolaboratif.[prm/timBX]

Tags :

#
autonews,
#
hyundai,
#
bahan bakar sel,
#
hyundai motor group,
#
hidrogen,
#
genesis,
#
kia