

JUL 15, 2022@13:00 WIB | 989 Views

Rincian terbatas baru saja dibagikan oleh Hyundai tentang rencana pembagunan pabrik baru, tetapi sudah diketahui bahwa ini akan menjadi tempat produksi baru pertama yang dibuat oleh Hyundai di dalam negerinya sejak membuka pabrik pada tahun 1996. Konfirmasi rencana ini diberikan oleh serikat pekerja lokal pabrikan mobil tersebut, seperti yang dilaporkan oleh Reuters.
Sementara rencana pembangunan pabrik sudah diberi lampu hijau, masih belum pasti kendaraan apa yang akan diproduksi di sana. Ioniq 5 saat ini dibangun di pabrik Ulsan di Korea Selatan dan pabrik yang berada di Jawa Barat, Indonesia. Hyundai juga bersiap untuk meluncurkan sedan listrik Ioniq 6 akhir tahun ini, kemudian diikuti dengan SUV Ioniq 7, dan ini bukan satu-satunya pabrik kendaraan listrik yang sedang dikerjakan Hyundai.
Pada bulan Mei lalu, pabrikan mobil asal negeri ginseng tersebut mengumumkan investasi besar-besaran senilai $5,54 miliar (setara dengan Rp83 triliun dengan kurs hari ini) ke negara bagian Georgia, untuk membangun kendaraan listrik dan fasilitas manufaktur baterai seluas 2.923 hektar.
Konstruksi di lokasi ini dijadwalkan akan dimulai pada awal 2023 dengan tujuan produksi EV dimulai pada paruh pertama tahun 2025. Pabrik akan memiliki kapasitas untuk membangun 300.000 kendaraan setiap tahun dan memiliki fokus khusus pada EV untuk pasar AS. Dengan demikian, baik Ioniq 7 dan saudara kandungnya, Kia EV9, dapat diproduksi di pabrik tersebut.
Hyundai mengatakan fasilitas baru akan menciptakan 8.100 lapangan pekerjaan dan membantunya mencapai tujuannya untuk "menjadi pemimpin dalam mobilitas listrik di AS"

"Sebagai salah satu pemimpin mobilitas yang paling sukses dan maju di dunia, kami sangat bangga untuk berbagi rencana kami untuk membuka pabrik EV pertama kami dan fasilitas manufaktur baterai di AS" kata ketua eksekutif Hyundai Motor Group, Euison Chung, pada bulan Mei lalu.
"AS selalu menempati posisi penting dalam strategi global Grup, dan kami sangat antusias untuk bermitra dengan negara bagian Georgia untuk mencapai tujuan bersama tentang mobilitas dan keberlanjutan listrik di AS," pungkasnya. [ibd/dera/timBX] berbagai sumber.