

JAN 28, 2026@14:00 WIB | 61 Views

Kalau Blackpals kira Toyota Celica cuma mobil sport Jepang biasa dari awal 2000-an, tunggu dulu.
Ada satu Celica yang benar-benar beda level karena ubahan ekstremnya yang bikin orang di dunia modifikasi auto nambahin respect.
Ini bukan sekadar swap mesin biasa ini Celica yang dibikin mid-engine, rear-wheel drive dengan jantung Ferrari V8 yang biasanya ada di supercar Italia.

Pemiliknya, Alessio Arena dari Italia, awalnya cuma cinta sama Celica sejak kecil. Waktu remaja dia mulai ngejar model ini sampai dapat unit generasi ketujuh pertama yang standar.
Tapi rasa kurang puas dengan layout FWD standar bikin dia mikir “Gimana kalau Celica ini disetting ulang total?” Dan idealisme itu akhirnya jadi nyata.

Proyek ini dimulai waktu dia dapetin body shell Celica generasi ketujuh kosong dan waktu bersamaan ada drivetrain Ferrari 360 Modena lengkap yang dijual online.
Tanpa dana besar atau bengkel mewah, Alessio dan ayahnya justru mengerjakan semuanya di garasi rumah mereka di bawah bendera Arena Prototipi da Corsa.
Chassis & Struktur: Bukan Celica Asli Lagi
Bodi Celica itu dipangkas sampai tinggal outer shell, lalu dipasang di atas chassis custom dari tubing chrome-molybdenum.

Struktur depan dipasang ulang dengan frame aluminium custom yang menyangga bumper, lampu, radiator, dan intake udara.
Banyak panel sekarang berupa komponen carbon fibre, dan beberapa di antaranya bahkan dibuat tangan langsung oleh Alessio dan ayahnya sendiri.
Mesin: Ferrari V8 3.6L Tenaga 400 HP
Bagian paling brutal tentu saja mesin. Celica ini kini pakai Ferrari 360 Modena V8 3.6 liter yang punya tenaga sekitar 400 HP, jauh dari karakter mesin Toyota aslinya.

Unit gearbox manual Ferrari pun dipertahankan lengkap dengan gated shifter asli, bikin sensasi ngoprek dan perpindahan gigi tetap super Italia.
Mesin dan gearbox ini digantung di tengah bawah bodi (mid-engine) pakai bracket custom.

Beberapa modifikasi lain, seperti water pump dan power steering diubah jadi elektrik, serta tangki bensin aluminium dipasang di belakang poros depan, semua itu dilakukan demi distribusi bobot yang ideal.
Sistem kontrol mesin sendiri dijalankan lewat MaxxECU dengan harness custom.
Suspensi & Kaki-Kaki: Siap Tarik Kecepatan
Supensi Celica V8 ini bukan sembarang pake setup Celica lawas.

Ia dibangun dengan sistem pushrod custom yang dipadukan Öhlins TTX shock absorber, plus anti-roll bar model blade yang adjustable.
Semua komponen ini bukan sekadar dipasang, tapi juga dikerjakan dan diselesaikan dengan tangan, termasuk banyak detail berwarna emas yang merupakan hasil pengerjaan mesin bubut kecil dan finishing tangan.
Velg & Rem: Level Supercar
Celica ini berdiri di atas velg NTM 18 inci buatan Italia yang dililit ban slick Hankook full racing.

Di belakang dan depan dipakai hub serta rem Ferrari 360, dioperasikan lewat pedal box custom lengkap sistem bias rem.
Kombinasi ini bikin handling dan kemampuan pengereman mobil bukan lagi sekadar mobil Jepang lawas yang dimodifikasi, tapi hampir setara supercar replika.
Bobot & Feeling Berkendara
Dengan tangki penuh dan Alessio di jok, bobot keseluruhan mobil ini sekitar 1.100 kg sangat ringan kalau dibandingkan ukuran mesin dan suspensi yang dipasang.

Mayoritas kaca diganti ke polycarbonate, tapi jendela tetap dipertahankan kecuali windshield, semua ini demi mengunci angka bobot serendah mungkin.

Setelah lebih dari 3.000 jam kerja nonstop, Alessio memperlihatkan sebuah Toyota Celica yang nyaris tak bisa dikenali sebagai mobil seri yang sama yang membuatnya jatuh cinta dulu.

Ini bukan sekadar engine swap atau modifikasi asal, tapi benar-benar kendaraan baru yang seluruh komponennya dibayangkan kembali dari nol.
Cerita dan hasilnya jadi bukti nyata bahwa dengan passion, kerja keras, dan sedikit bantuan keluarga, bahkan proyek yang terdengar mustahil pun bisa jadi kenyataan.
[ziz/timBX/speedhunters].