MENU
icon label
image label
blacklogo

Evolusi Motor Honda Repsol Selama di MotoGP

DEC 18, 2017@11:00 WIB | 288 Views

Dengan kesuksesan rider Honda, Marc Marquez, Honda akhirnya mematahkan rekor MV Agusta sebagai pabrikan yang paling sering mengantarkan para pebalapnya meraih gelar juara dunia di kelas premier.

Memulai debut di kelas premier Grand Prix pada 1966, Honda menurunkan RC181, motor 4-tak dengan kofigurasi mesin 500 cc empat silinder. Kala itu, mereka memberikan tawaran menggiurkan kepada Mike Hailwood, yang mendominasi kelas premier empat tahun terakhir bersama MV Agusta.

Selama dua musim, Hailwood-RC181 memenangi 10 dari 18 balapan dalam periode 1966-1967. Namun, Honda memutuskan tidak melanjutkan proyek mereka setelah FIM membatasi jumlah silinder maksimal yang dipakai menjadi empat, di mana memberikan keuntungan bagi pabrikan yang mengembangkan mesin 2-tak.

Satu dekade berselang, tepatnya pada 1979, Honda kembali turun di kelas premier menggunakan NR500, motor 4-tak berkapasitas 500 cc dengan konfigurasi V8 dan 32 katup yang sangat revolusioner. Akan tetapi, masalah reabilitas motor membuat mereka tidak dapat bersaing dengan pabrikan rival yang rata-rata menggunakan mesin 2-tak konvensional. Hasil terbaik yang dapat diraih NR500 adalah finis ke-13 oleh Takazumi Katayama di Austria pada 1981.

Honda pun menyerah dengan proyek NR500, dan membuat motor 2-tak pertama mereka, NS500, yang memulai debutnya pada 1982. Freddie Spencer yang menjadi pebalap Honda pada saat itu menjadi juara dunia di musim 1983, merupakan gelar pertama bagi Honda. Meski bisa dibilang sukses, NS500 hanya bertahan selama dua musim.

Honda menggantikan motor tersebut dengan NSR500, motor 2-tak dengan konfiguasi V4 SOHC (Single Overhead Camshaft System), diklaim lebih ringan dari versi sebelumnya. Tidak butuh waktu lama, NSR500 meraih gelar pertamanya bersama Spencer pada 1985. Tujuh tahun berselang, Honda memperkenalkan mesin "Big Bag" yang membuat Mick Doohan mendominasi paruh awal 1992. Sayang, cedera parah Mick Dohan ia harus pupus peluangnya meraih gelar juara.

Mesin tersebut terbukti menjadi faktor penting dalam dominasi NSR500 pada tahun 90-an, Doohan memenangi lima gelar beruntun pada 1994-1998, disusul oleh Alex Criville musim 1999. Dan keperkasaan motor tersebut ditutup Valentino Rossi yang memenangi gelar terakhir 500cc pada 2001.

Total selama 19 musim menjadi andalan Honda, NSR500 memenangi lebih dari 100 balapan, dan menggondol 10 gelar juara dunia dalam kurun 1984-2002. Era MotoGP - dimulai pada 2002 - membuat Honda bergegas mendesain RC211V, motor 4-tak dengan kapasitas mesin 990 cc. Mereka pun langsung unjuk gigi dengan mendominasi tiga tahun pertama bersama Rossi.

Namun, RC212V tidak dapat meneruskan dominasi para pendahulunya. Dengan hanya memenangi satu titel bersama Casey Stoner, dan memenangi 24 balapan sepanjang 2007-2011. Pada 2012, RC213V diperkenalkan sebagai penerus RC212V. Dengan mesin 1.000 cc, Honda memenangi gelar di tahun selanjutnya bersama pembalap debutan mereka, Marc Marquez.

Sampai saat ini, RC213V telah memenangi empat gelar juara dunia, semuanya diraih Marquez. Ini membuat Honda total telah memenangi 19 gelar, dan mematahkan rekor sebelumnya - 18 gelar - milik MV Agusta yang telah bertahan selama 43 tahun [ddy/timBX].

Tags :

#
motogp,
#
blackauto,
#
autonews