

JAN 19, 2026@11:00 WIB | 356 Views
Dua wakil Indonesia Julian “Jejelogy” Johan dan Shammie Zacky Baridwan akhirnya bisa mencapai mimpi mereka. Kali ini mereka tutup petualangan mereka di Rally Dakar Classic 2026 dengan catatan melebihi Ekspektasi! Dengan tantangan navigasi, dan mobil yang mereka gunakan adalah versi Klasik, jelas membuat tantangan menaklukkkan Rally Dakar 2026 sendiri lebih tinggi.

Dan akhirnya, keduanya tidak sekadar finis saja. Mereka masuk jajaran top 10 kategori Dakar Classic, dan Shammie bahkan menorehkan sejarah sebagai pereli Indonesia pertama yang memenangi sebuah etape Dakar.
Perjalanan Berat Dan Ekstreme

Perjalanan dimulai di Yanbu dan berlanjut melewati lanskap ekstrem Arab Saudi kemudian dari AlUla, Hail, Wadi Ad Dawasir, hingga Bisha dan Al Henakiyah dan rute yang menguji ketangguhan kendaraan klasik dan kecakapan kru. Untuk kategori Classic, reli bukan soal performa elektronik terbaru, melainkan konsistensi, pembacaan lintasan, dan kepiawaian mekanik; formula ini justru menjadi arena yang cocok bagi dua kontestan Indonesia yang turun dengan kendaraan bergaya “old school”.

Momen puncak bagi delegasi Tanah Air datang pada Stage 11 (Bisha → Al Henakiyah). Di etape yang kombinasi medannya berganti antara padang kerikil dan pasir lunak itu, Shammie bersama navigator Ignas Daunoravičius tampil impresif dan keluar sebagai yang tercepat.
Kemenangan etape ini bukan hanya soal catatan waktu: secara simbolis hal itu menandai bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing dan menaklukkan salah satu lintasan tersulit Dakar Classic. Sebuah pencapaian terbaik dari perwakilan Indonesia di ajang balap rally terberat dan tersulit di dunia.
Jejelogy Debut Dakar Classic Penuh Perjuangan

Sementara itu, Jejelogy menjalani debut Dakar yang tenang namun efektif. Konsistensi dan manajemen ritme perlahan-lahan mengangkat posisinya ke papan atas klasemen Classic. Pada akhir reli Julian finis di peringkat lima overall.
Sebuah pencapaian yang mengejutkan sekaligus membanggakan mengingat ini adalah penampilan pertamanya di ajang ekstrem tersebut. Posisi Shammie pun tidak kalah impresif: menutup reli di urutan tujuh klasemen akhir Classic.
Kemenangan etape Shammie adalah hasil dari kombinasi keberanian membuka tempo di bagian tertentu, kehati-hatian menghindari jebakan pasir lunak, serta keputusan navigasi tepat dari Ignas. Jeje.
Dampak dari pencapaian ini terasa luas. Secara sportivitas, keberhasilan masuk top 10 dan podium etape oleh pereli Indonesia memantapkan bukti bahwa pembalap dari luar “lingkaran tradisional” rally punya kapasitas bersaing di panggung paling keras.
Hasil Kerja Keras
Di level nasional, cerita Jejelogy dan Shammie membuka mata komunitas otomotif bahwa pengalaman, persiapan, dan ketahanan mental dapat menghasilkan prestasi kelas dunia. Banyak pengamat menilai ini jadi titik awal bagi promosi lebih serius pembalap dan tim Indonesia di ajang rally internasional.
Jejelogy dan Shammie pulang membawa dua hal penting! Pertama sebagai legenda Rally yang bisa menaklukkan Dakar Rally dengan segala keterbatasan. Serta langsung masuk ke sepuluh besar tanpa ada pinalti sama sekali.