MENU
icon label
image label
blacklogo

Dovizioso Komentari Mentalitas Rossi

APR 23, 2019@13:00 WIB | 1,066 Views

Andrea Dovizioso mengatakan bahwa rivalnya di MotoGP, Valentino Rossi mengubah mentalitasnya di kelas utama. Dia meyakini pembalap Yamaha itu akan ‘menghancurkan dirinya sendiri’.

Dengan kehadiran dominan di MotoGP, Rossi memiliki tujuh kemenangan di kelas utama, sekaligus memantapkan diirnya sebagai salah satu pembalap hebat di dunia balap motor Grand Prix.

Sementara tantangan kejuaraan dan kemenangan perlombaan individu terbukti jauh lebih sulit didapat dalam beberapa tahun terakhir, pria asal Italia yang sekarang berusia 40 tahun ini masih mempertahankan tingkat kinerja yang tinggi.

Namun Dovizioso menganggap bahwa Rossi, yang tidak pernah menang sejak GP Belanda 2017 di Assen tetapi saat ini berada di urutan kedua di belakang Dovizioso dalam perburuan gelar, harus belajar menerima kekalahan.

"Dia mengubah mentalitasnya, dia dipaksa untuk melakukannya dan dia cerdas," kata Dovizioso kepada media di sebuah acara Ducati di Roma. “Jika dia terus mendekati balapan seperti yang dia lakukan 10 tahun yang lalu, dia akan menghancurkan dirinya sendiri.

"Tapi dia cerdas, jadi dia menyadari bahwa dia tidak bisa mendekati kekalahan dengan cara yang sama lagi dan dia beradaptasi. Dia 40 tahun dan lihat apa yang dia lakukan. Dalam dua setengah tahun terakhir, dia berhasil menangani orang yang kuat seperti (Maverick) Vinales.”

Dovizioso, yang tujuh tahun lebih muda dari Rossi, mengatakan dia tidak bisa membayangkan karir di MotoGP seperti rekan senegaranya.

Pembalap Ducati, yang melakukan debut MotoGP pada tahun 2008 tetapi telah mencetak 12 dari 13 kemenangan dalam tiga musim terakhir, mengatakan ia sudah pensiun jika berada di posisi Rossi.

"Bukan ide saya untuk berada di MotoGP pada usia 40 tahun ," kata Dovizioso. "Bukan karena saya tidak berpikir saya bisa melakukannya, tetapi karena itu bukan tujuan saya.

"Semua orang memutuskan untuk menjalani hidup dengan cara mereka sendiri, tetapi Valentino baik-baik saja dan ia memiliki kesempatan untuk memutuskan apakah akan melanjutkan balap dan pada saat ini tanpa MotoGP, ia akan merasa lebih buruk.

“Bahkan jika dia belum memenangkan (gelar) selama bertahun-tahun, dia rela bertarung dengan banyak pembalap muda yang kuat. . Benar bahwa setiap orang hidup seperti yang mereka inginkan. Setiap orang memiliki prioritas. Milik saya adalah di motorcross, balap di motorcross, jadi jika saya telah memenangkan sembilan kejuaraan dunia (seperti Rossi), saya tidak akan lagi berada di MotoGP."

Tags :

#
andrea dovizioso,
#
valentino rosi,
#
motogp