MENU
icon label
image label
blacklogo

Daikoku Parking Area, Area Kopdar Anak Mobil Jepang

JAN 10, 2026@21:00 WIB | 124 Views

Pusatnya Mobil JDM berkumpul ini

Tokyo Auto Salon mungkin menjadi panggung utama tempat tren modifikasi dunia dipamerkan secara resmi. Namun bagi para pencinta otomotif sejati, Daikoku Parking Area adalah ruang di mana kultur itu benar-benar bernapas. Usai seharian menyusuri detail karya terbaik di Makuhari Messe, BlackXperience mengajak rombongan pemenang Blackauto Battle 2025 untuk menyelami langsung denyut budaya otomotif underground Jepang di rest area paling legendaris di dunia tersebut.

Malam itu, Daikoku PA jauh dari sekadar tempat singgah. Di bawah cahaya lampu merkuri yang dingin, ratusan mobil kustom berkumpul membentuk lanskap visual yang nyaris sureal. Mulai dari JDM klasik dengan sentuhan era keemasan, supercar berkarakter eksentrik, hingga mobil-mobil audio dengan dentuman rendah yang mengisi udara malam Yokohama. 

Daikoku Parking Area atau Daikoku PA bukan sekadar rest area di jaringan Shuto Expressway, Yokohama. Lokasi ini telah menjelma menjadi episentrum kultur otomotif underground Jepang, sebuah ruang publik tak resmi tempat berbagai aliran modifikasi bertemu tanpa sekat.

Di sinilah JDM klasik, mobil performa tinggi, hingga build ekstrem hadir berdampingan, bukan untuk pamer, melainkan untuk saling mengapresiasi. Meski hanya berstatus fasilitas jalan tol, Daikoku PA memiliki reputasi global sebagai “living museum” dan juga kultur modifikasi, di mana setiap mobil membawa cerita, filosofi, dan dedikasi pemiliknya.

Atmosfer Kopdar Terasa Banget

Salah satu hal menarik yang tertangkap kamera tim BlackXperience adalah bagaimana rapi dan teraturnya kultur berkumpul di Daikoku PA. Meski dipadati ratusan mobil dengan modifikasi ekstrem, suasana tetap terkendali.

Para pemenang Blackauto Battle terlihat antusias menyusuri setiap sudut parkiran, mengamati detail demi detail. Sebuah Mazda RX-7 dengan wide body kit yang bersih mencuri perhatian, disusul barisan Nissan Skyline GT-R yang memancarkan aura performa tinggi tanpa perlu banyak bicara.

Bukan hanya visual yang menjadi sorotan, tetapi daya tariknya adalah banyak pemilik mobil modifikasi ini langsung berbicara soal modifikasi dan tuning mereka langsung. Diskusi spontan terjadi saat memperhatikan instalasi turbo, kerapian manajemen kabel di ruang mesin, hingga fitment velg yang presisi, meski banyak mobil tersebut masih digunakan sebagai daily driven. Sebuah pengingat bahwa di Jepang, fungsi dan estetika berjalan beriringan.

Inspirasi Langsung dari Jalanan Tokyo

Interaksi singkat dengan para pemilik mobil lokal memberikan perspektif baru bagi para modifikator tanah air. Di Daikoku PA, modifikasi bukan soal pamer, melainkan tentang dedikasi, konsistensi, dan rasa hormat terhadap kendaraan. Bahkan jadi kultur dunia yang selalu jadi inspirasi bagi semua orang. 

Udara malam yang dingin terasa hangat oleh antusiasme. Obrolan teknis mengenai RB26, 2JZ, hingga setup suspensi mengalir natural, ditemani kopi kaleng dari vending machine yang seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari ritual Daikoku.

Sayangnya, Harus Sudahi Kopdar Daikoku ini

Namun seperti tradisi yang sudah sering terjadi, euforia itu tak berlangsung selamanya. Menjelang larut, kehadiran aparat kepolisian Jepang mulai terlihat di area parkir. Tanpa sirene berlebihan atau gestur agresif, mereka memberi sinyal bahwa waktu berkumpul telah usai. Dengan tertib, satu per satu mobil menyalakan mesin dan meninggalkan area, seolah menutup babak malam dengan penuh penghormatan.

Momen tersebut justru mempertegas karakter kultur otomotif Jepang: bebas, ekspresif, namun tetap disiplin. Malah memperlihatkan kalau mereka sendiri akan tertib sekali dan langsung pergi ketika Polisi katakan untuk bubar. Kunjungan ke Daikoku PA menjadi penutup hari yang manis dan penuh makna. [Adi/Dito/TimBX]

Tags :

#
daikoku parking area,
#
tokyo auto salon 2026,
#
tokyoxperience