

JAN 05, 2026@16:14 WIB | 97 Views

Setelah berhasil mengalahkan Tesla sebagai produsen yang menjual EV terbanyak secara global tahun 2025, BYD tidak menunjukkan perlambatan bisnis.
Bahkan kabar terbaru mengungkapkan perusahaan China tersebut akan investasi besar-besaran pada sektor teknologi bantuan mengemudi canggih atau ADAS.
BYD disebut akan menginvestasikan lebih dari 100 miliar Yuan atau 14,3 miliar dollar dalam teknologi mengemudi cerdas di masa mendatang.
Berita investasi BYD ini juga dibarengi dengan pembentukan tim baru BYD yang terdiri dari lebih dari 5.000 orang untuk sektor teknologi yang sama.

Pada awal Juli 2025, BYD mengungkapkan kemampuan parkir otonom L4 (level 4) untuk sistem "God's Eye" miliknya dan menjanjikan tanggung jawab penuh atas kerugian di Tiongkok .
Kemudian, hingga Desember 2025, jumlah kumulatif kendaraan yang dilengkapi dengan sistem "God's Eye" BYD telah melampaui 2,5 juta unit, membentuk basis data cloud kendaraan terbesar di Tiongkok.
Sistem bantuan mengemudi ini menghasilkan lebih dari 150 juta kilometer data mengemudi setiap hari.
Sebagai referensi, dari Januari hingga Juli 2025, tingkat penetrasi pasar kendaraan penumpang dengan sistem bantuan mengemudi canggih mencapai 62,58 persen di China.
Selain itu, untuk metodologi pengembangannya, BYD mempromosikan solusi "agen cerdas AI + model dunia", menggunakan skenario virtual untuk melatih sistem agar dapat menangani kesalahan yang jarang terjadi.
BYD juga mengindikasikan bahwa bantuan mengemudi dan kokpit cerdas bersama-sama merupakan inti dari kecerdasan otomotif. Mobil bukan lagi sekadar alat transportasi, melainkan "entitas cerdas" di era Internet of Things.
BYD mempromosikan peningkatan mobil dari "alat transportasi" menjadi "mitra hidup," dengan fungsi-fungsi seperti integrasi drone dan kontrol rumah pintar, dan berfokus pada menjadikan sistem bantuan mengemudi canggih sebagai standar di seluruh lini kendaraannya, dari kelas ekonomi hingga mewah, di bawah misi "Mengemudi Cerdas untuk Semua". [wic/timBX]