MENU
icon label
image label
blacklogo

Off-road Style Oriented Fortuner

AUG 28, 2018@11:40 WIB | 3,972 Views

Masih sama seperti pendahulunya, Toyota Fortuner generasi kedua juga masih berada di kelas Big SUV. Maka itu, Toyota Fortuner yang sekarang masih memiliki perawakan tinggi besar dan gagah seperti generasi pertamanya.

Walau pada dasarnya sudah memiliki tampilan yang gagah dan cukup intimidatif, namun tidak sedikit orang yang tetap melakukan modifikasi pada Toyota Fortuner. Dengan begitu, otomatis banyak rumah modifikasi yang akhirnya jadi terbiasa untuk memodifikasi Fortuner.

Salah satu rumah modifikasi yang terbilang sering menangani Toyota Fortuner adalah Banteng Mas. Ini adalah sebuah rumah modifikasi spesialis mobil SUV atau yang berpenggerak 4x4. Lokasinya berada di Mega Glodok Kemayoran (MGK), lantai 8 zone B no. 3, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Saat Toyota Fortuner berkelir putih ini dibawa ke Banteng Mas, kondisinya tidaklah standar. Kala itu, mobil ini sudah melakukan modifikasi berupa pemasangan bodi kit dan pelek, yang membuat tampilannya jadi terlihat lebih ceper dari standarnya.

Menurut Arif Sugiharto, salah satu punggawa Banteng Mas, kliennya memutuskan untuk memodifikasi mobilnya lagi karena aliran modifikasi yang saat itu digunakan terasa kurang cocok dengan profil Fortuner yang berdimensi bongsor.

Oleh karena itu, Rizal, si pemilik mobil langsung memutuskan untuk mengaplikasikan modifikasi beraliran off-road buat Fortuner kepunyaannya. Alasan dipilihnya aliran modifikasi itu adalah karena ia merasa kalau gaya off-road merupakan yang paling cocok dengan Toyota Fortuner.

Konsep modifikasi bergaya off-road ini tampaknya memang sudah terencana dengan matang oleh Rizal. Soalnya, saat menyerahkan Fortuner VRZ 4x2 miliknya ke Banteng Mas, pria yang berprofesi sebagai pengusaha ini sama sekali tidak kebingungan dengan bagian mana saja yang ingin dimodifikasi.

Bagian pertama yang mendapat modifikasi adalah bullbar di depan dan belakang. Bullbar depannya merupakan model baru dari merek Racewolf buatan Thailand, yang mana pada komponen ini juga terdapat sepasang foglamp LED di masing-masing sisi. Sedangkan bullbar belakang menggunakan merek Genesis.

Penambahan lain yang dilakukan di sektor eksterior adalah wingbar merek Thule. Bukan hanya untuk membuat tampilan mobil jadi makin sedap dipandang, tapi pemasangan wingbar ini juga dilakukan supaya dapat mengangkut barang bawaan yang berlebih apabila suatu waktu diperlukan.

Beres dalam urusan pemasangan aksesoris di eksterior, modifikasi pun berlanjut ke sektor kaki-kaki. Pada bagian ini,  ditambahkan balance arm stabilizer dan ban dengan tapak yang lebih lebar dari ukuran aslinya.

Kombinasi antara dua hal tersebut ampuh untuk membuat Fortuner keluaran 2017 ini jadi lebih stabil dan nyaman. Namun tak bisa dipungkiri, dengan memakai ban tapak lebar, maka bobot setir pun jadi terasa lebih berat.

Biarpun cukup banyak komponen penting yang diubah, namun modifikasi ini hanya memakan waktu tak sampai satu hari penuh. Ini bisa terjadi lantaran mayoritas komponen yang dimodifikasi bersifat plug and play, alias pemasangannya dilakukan dengan metode bongkar pasang.

Beralih ke bagian interior, di sini nyaris tak ada modifikasi yang mencolok kecuali pada setir dan tuas transmisi yang menggunakan model bermotif karbon. Keduanya merupakan aksesoris berlabel TRD Sportivo yang tidak lain adalah buatan Toyota.

Rizal tampaknya lebih mementingkan kerapian ketimbang gaya di interior mobilnya. Sebab, pria yang mempunyai bisnis jual-beli mobil ini memasang karpet khusus yang menutupi seluruh area lantai Toyota Fortuner kepunyaannya.

Karpet yang digunakan ini mempunyai bahan yang tidak kasar, tak berbau, dan anti air yang membuatnya mudah dibersihkan. Karpet ini digunakan di seluruh baris bangkunya sehingga kebersihan dan kerapian kabinnya jadi makin terjamin.

Rupanya menurut Marwin, salah satu punggawa Banteng Mas yang ikut mengawasi modifikasi Fortuner ini, mengatakan bahwa si pemilik mobil tak mau melakukan banyak modifikasi di interior karena ia memang lebih memfokuskan perubahan di sektor eksterior.

Mesin rupanya juga tak luput dari modifikasi. Memang tidak ada komponen mesin yang dirubah atau ditambah. Tapi dengan remapping ECU yang dilakukan, tenaga dari Fortuner ini disebut-sebut sudah menembus angka 200 dk dan torsinya juga berada di 450 Nm.

Sayangnya karena terbatasnya waktu dan tempat, kami jadi tidak sempat untuk merasakan performanya secara keseluruhan. Tapi besarnya tenaga dan torsi yang dimiliki kelihatannya baru akan terasa pada putaran mesin menengah hingga tinggi.

Kami bisa berkata seperti itu karena saat diberi kesempatan untuk mencobanya di sekitar area parkir dan melewati jalan naik-turun, semburan tenaga mesinnya saat di putaran bawah terasa nyaris tak ada beda dengan kondisi standarnya. Selain itu, respons gasnya juga terbilang halus.

Kendati tenaga dan torsinya naik cukup signifikan dari kondisi standarnya, namun menurut Arif Sugiharto, pemilik Fortuner ini sedang mempertimbangkan untuk mengganti perangkat turbo dan menaikkan boost-nya, agar output-nya bisa kembali terdongkrak.

Masih menurut pengakuan Arif Sugiharto, bagian lain yang juga ingin dimodifikasi lagi adalah kaki-kaki. Pemilik SUV Toyota ini sudah punya rencana untuk mengganti suspensi yang ukurannya dua inci lebih panjang dari yang dipakai sekarang. Dengan begitu, nantinya mobil ini bakal jadi lebih tinggi.

Seandainya dua modifikasi itu sudah terealisasi, maka Rizal tetap tak akan membawa Fortuner-nya untuk bermain off-road. Alasannya adalah karena pria yang hobi otomotif ini memang hanya ingin melihat mobilnya tampil dengan dandanan ala off-road. [APSG/timBX]

Spek Modifikasi

Bullbar depan merek Racewolf

Bullbar belakang merek Genesis

Wingbar Thule

Balance arm stabilizer

Remapping ECU

Modifikator

Banteng Mas: Mega Glodok Kemayoran (MGK), lantai 8 zone B no. 3, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Tags :

#
auto mods,
#
fortuner,
#
modifikasi,
#
banteng mas,
#
toyota