MENU
icon label
image label
blacklogo

Modifikasi Toyota All New C-HR, Sporty Look dengan High Sound Quality

SEP 25, 2018@12:00 WIB | 675 Views

BlackPals, jangan terkecoh dengan tampilan mobil besutan Toyota ini yang telah dilaunching pada bulan April lalu di International Indonesia Motor Show  2018. Mobil ini adalah varian Toyota C-HR yang telah dimodifikasi dengan full bodykit  dari Modellista. Tentu saja, compact SUV milik Toyota yang dibandrol Rp486 juta ini terlihat biasa, tanpa modifikasi dan sepatu baru. Namun dengan modifikasi sekarang bikin mata Anda terbelalak. Nah, selain bodykit, sektor apa saja yang telah dimodifikasi pada Toyota C-HR Putih ini?

Seperti yang Black Pals ketahui, Toyota C-HR diciptakan untuk menghadang laju varian crossover besutan Honda HR-V. Meski terbilang mahal dengan harga hampir setengah miliar dibanding HR-V,  namun sektor modifikasi terbuka lebar, seperti body kit, kaki-kaki atau mungkin sektor audionya. Bagi pemilih Toyota C-HR putih ini, dirinya rela merogoh kocek lebih dalam hingga Rp100 jutaan lebih untuk memodifikasi mobil kesayangannya.

Untuk membahasnya lebih dalam, tim Blackxperience.com berhasil mewawancarai salah satu modifikator di sektor audio. Moelyadi, salah satu modifikator di sektor audio dari Dynamic Auto Sound, Kelapa Gading, melihat potensi modifikasinya cukup bagus, sehingga hampir disetiap sektor menurutnya bisa dimodif.

“Toyota C-HR Putih ini  merupakan mobil milik klien saya. Kebetulan mobil ini baru saja saya upgrade piranti audionya dengan mengganti head unit, speaker, power amplifier, monoblock, subwoofer dan peredam,” kata Moelyadi, pemilik Dynamic Auto Sound.

Dari segi eksterior, BlackPals bisa melihat sendiri, kalau mobil ini sudah dimodifikasi. Nah, pria berkacamata ini menjelaskan bahwa modifikasi body kit, dipercayakan dengan menggunakan brand Modellista yang merupakan divisi desain khusus dari  pihak Toyota, Jepang, dengan gaya Elegant Ice Style. Body kit modellista ini, kata pemiliknya mencapai Rp10 jutaan.

“Ya pemiliknya pilih body kit modellista, karena tidak terlalu ekstrim. Lagi pula, mobil ini juga tidak untuk kebutuhan kontes. Lebih untuk kebutuhan harian, misalnya ke supermarket, antar jemput anak sekolah seperti itulah,” tutur Moelyadi mewakili sang owner.

Coba kita cermati pada body kit di bagian depan, lubang ventilasi di body kit ditambahkan lampu Daytime Running Light (DRL). Mengenai pemasangannya, Moelyadi mengatakan tidak membutuhkan waktu lama untuk memasangkan body kit ini. Namun baginya, mendatangkan bodykit dari Jepang itu yang butuh waktu lama.

Di sektor kaki, penggunaan velg 20 inci dan ban lebih untuk kebutuhan fashion saja. Sebagai pengingat, PT Toyota-Astra Motor merilis Compact SUV ini dengan velg 17 inci. Namun di tangan pemiliknya, Toyota C-HR ini sekarang menggunakan Velg Advanti buatan Amerika Serikat ukuran 20 inci dan lebar 8.5 inci dipadukan dengan ban Falken. Jadi kalau dilihat, komposisi ban dan ring plus body kit-nya membuat mobil ini semakin bergaya.

Selesai dibagian luar, pada bagian interiornya memang tidak banyak perubahan, karena di bagian ini, pemiliknya hanya fokus ke bagian audio. Oleh karena itu, sang owner mempercayakannya ke bengkel audio milik Moelyadi Susanto di Dynamics Auto Sound di Kelapa Gading Permai, Jakarta Utara.

“Modifikasinya audionya ini alirannya lebih ke Daily Use, High Sound Quality. Bagasinya juga kita sengaja nggak didekorasi khusus, karena memang mobil ini untuk pakai sehari-hari. Jadi modifikasi lebih simpel aja. Sebagai mobil baru masih jarang banget modifikasinya, saya yang modif audio saja  juga tergiur melihat mobil ini. Terlebih ketika diparkir di depan bengkel, jujur banyak yang ngelirik,” cetus Moelyadi.

Lebih lanjut, head unit yang digunakan adalah Alpine ILX 309E. Head unit yang memiliki harga Rp 22 juta ini memang sengaja dipilih sebagai salah satu “pendukung” dari sistem audionya karena beberapa hal.

“Head Unit Alpine dipilih karena memiliki layar 19 inci. Jadi kalau nonton itu gede, lihat kamera parkir juga gede, touchscreen juga enak. Selain itu, model floating ini kan lagi booming sekarang, keren, dan juga Alpine juga punya suara khas, karena head unit merupakan pembawa karakter sound sendiri,” kata Moelyadi.

Moelyadi yang secara mental bertanggungjawab atas kualitas audio sound system, ia menambahkan speaker depan dengan dua power, dengan dua channel dan monoblok serta subwoofer  yang terbilang masih baru. Modelnya tidak besar, alias pipih, sehingga cocok dimasukkan diantara sela-sela spare tire di bagasi.

“Seperti yang saya bilang tadi, karena memang mobil ini biasa dipakai sehari-hari, bisa untuk belanja atau sering bawa muatan di bagasi, kita nggak perlu bikin box gede. Cukuplah subwoofer pipih ini dimasukkan ke sela-sela spare tire-nya, jadi nggak ribet. Namun, jangan salah, gepeng-gepeng gini, sudah high resolution loh!,” kata Moelyadi.

Subwoofer dengan merek Pioneer ts-z10Ls2 Hires ini memiliki ukuran 10 inci. Subwoofer ini dilengkapi dengan power depan dua channel dengan merk Crescendo. Engineering-nya dari Inggris, yang katanya Moelyadi, pabrikannya genesis BlackPals. “Karena memang barangnya masih baru, Moelyadi mengatakan sistem two way yang ada, jadi berasa three way, dari gabungan tweeter-nya dan mid bass yang dipasang.”

Material tweeter memakai bahan soft dome, namun dengan pinggiran aluminium dibagian rangkanya. Magnet yang digunakannya pun berbahan neodymium. “Yang unik dari audio kita ini dia pakai pinggiran aluminium di rangkanya, itu yang bikin suara yang keluar itu lebih fokus. Magnet yang digunakan itu pake neodymium,” ujarnya Moelyadi.

Sedangkan untuk mid bass-nya, part yang digunakan menggunakan rangka aluminium, polypropelene, dengan magnetnya yang juga sama.  “Saya sebenarnya sudah merekomendasikan pakai yang three way, tapi pemiliknya udah nyaman yang ini.”

Ada hal unik menurut pria ini. Dia berujar bahwa tweeter yang dipasang di pilar A mobil tersebut ditentang oleh pemiliknya, karena ingin kondisi interior yang orisinil. Namun, Moelyadi mengatakan bahwa speaker orisinil dari C-HR ini tidak mampu mengeluarkan suara yang baik, karena posisinya yang memantul ke kaca.

“Alhasil, saya buat kustom sedikit di bagian pilar A, biar nggak kehalangan kalau lagi nyetir. Speaker bawaan yang di dashboard, sengaja kita matikan, karena mengganggu. Semuanya sih juga berkat head unit juga yang menentukan suara. Harganya saja sudah bisa beli audio satu set mas. Haha,” ujar Moelyadi.

Nah, untuk mendapatkan audio yang bagus, Mulyadi memiliki tips setting audio khusus. “Setting itu pasti, pilih barang dengan speaker two way, rasa three way seperti ini juga bagus karena frekuensi yang dihasilkan juga beraturan. Bila ingin hasil bagus, posisi penempatan audio cukup penting. Buat audio, khususnya bisa menggunakan peredam di pintu, layer dalam dan luar, accoustic treatment seperti diffusion. Setelah itu , penempatan arah tweeter. Biasanya kita penempatan tweeter-nya kita buat silang. Jadi arah tweeter itu lebih staging. Posisi mid bass juga pengaruh loh, jadi kalau mau lebih baiknya, bisa konsultasi ke pakar audio mobil deh,” ujarnya.

Setelah modifikasi habis-habisan ini, Moelyadi juga mengatakan ia serasa lebih pede dalam berkendara, meskipun mobil ini milik customernya. Dengan audio yang sudah dirombak, lebih nyaman jika berkendara ketika kondisi Jakarta yang macet.

Kedepannya, ia mengatakan bahwa pemilik kendaraan ini tidak akan memodifikasi mobil ini, karena memang dirasa sudah sangat baik. Untuk total biaya modifikasi tersebut, Moelyadi mengatakan keseluruhan biayanya sebanyak lebih dari Rp 100 juta.

“Sudah cukuplah kalau modifikasi. Lagi pula memang ini buat daily use kan, bukan buat berlaga modif-modifan,” tutur pria ini.[prm/timBX]

Detail Modifikasi :

Kaki-kaki:

-Velg Advanti Racing MP659 Matt Gunmetal  20x8.5  inci

-Ban falken

Body kit:

-bodykit Modellista (Toyota Design Division)

-DRL front

Audio:

-head unit Alpine ilx 309e

-speaker Crescendo evo3 2way

-power Crescendo evo7 2chn

-power Eton mono sr 500.1

-sub Pioneer 10inch ts-z10Ls2 hires

-peredam STP black silver

-kabel speaker dan RCA harmonic harmony octave

Tags :

#
auto mods,
#
modifikasi,
#
toyota,
#
all new c-hr,
#
dynamic auto sound