MENU
icon label
image label
blacklogo

Modifikasi Mesin New Audi A3 Sportback

AUG 15, 2018@11:45 WIB | 1,566 Views

Maksimalkan Kinerja ECU untuk Performa Harian

Mobil keluaran Eropa 2014-2017 seperti BMW, AMG, VW, rata-rata telah menggunakan turbo, terutama untuk segmen mobil performance. Begitu juga dengan mobil Jepang, beberapa diantaranya telah menggunakan seperti Honda Civic Turbo.Customer yang datang ke Elika, rata-rata keinginan mereka ingin memaksimalkan hidden powernya. Davin sebagai punggawa Elika membeberkan beberapa customernya telah menyentuh modifikasi stage 1 dan 2. Pada stage 1, pengerjaannya fokus pada remapping ECU. Sedangkan Stage II lebih pada penggunaan exhaust sistem atau penggantian part-part tambahan.

Buat car enthusiast, tentunya remapping sebagai stage dasar untuk modifikasi mesin. Tidak ada unsur memaksakan potensi mesin, namun tetap dalam koridor aman. Contohnya adalah  BMW Seri 3 320,328 memiliki spek mesin yang sama yakni 2000 cc turbo, tenaga yang dikeluarkan pun berbeda, 180 hp dan 240 hp. Padahal menurut Davin, ketika dituning, bakal menghasilkan daya sebesar 300 hp. 

Ada cara modifikasi yang lebih memanfaatkan power, tanpa merusak garansi mobil. Kelebihannya plug and play, efisien waktu dan budget, serta meminimalisir risiko kerusakan ECU.Remapping sudah dimulai sejak tahun 2010 di luar negeri, namun di Indonesia baru 2 tahunan. Davin yang menggawangi Elika pernah kursus di Inggris untuk mempelajarinya. Bedanya saat Remapping, Elika tidak mengcopy data orang lain, namun lebih mencari formula barunya.

Bila dilihat secara manufaktur Audi A3 Sportback, menggunakan mesin 1197 cc, TFSI Turbo 4 Silinder, dengan gearbox 7 speed S-tronic dual clutch. Daya yang dihasilkan 110 hp dan torsi 175 Nm. Nah, buat BlackPals yang ingin mengeksplore lebih jauh kemampuan mobil ini. Davin dari Elika Automative Performance menguidance bagaimana tuning ECU, agar mampu menghasilkan tenaga yang melimpah.

"Trend mobil sekarang ini memiliki kapasitas yang kecil, namun sudah menggunakan turbo. Tetapi tenaga diputaran bawahnya agak terasa kosong. Saya rasa, Audi A3 Sportback masih bisa dimaksimalkan, dengan remapping ECU sebagai stage 1. Fungsinya dengan tidak menambah part apapun, namun bisa mengeluarkan hidden power," tutur Davin.

Pada spesifikasi mesin New Audi A3 Sportback ini, Davin mengaku cukup berpengalaman menanganinya, karena basic mesin 1,2 TFSI/TSI juga digunakan pada Volkwagen. Menurut Davin, Turbo Audi A3 ini tidak terlalu besar, dan intercoolernya kecil serta mendapatkan pendinginan dari water cooler. Masih ada spare meningkatkan turbo-nya hingga 25 hp. Jika Audi A3 Sportback ini memiliki tenaga hingga 135 hp dan torsi 175 Nm meningkat 215 Nm.

"Audi A3 Sportback ini lebih membutuhkan torsi besar, karena lebih mudah stop and go, respon gas lebih cepat, akselerasi lebih cepat dan lebih irit," ungkap Davin kepada Blackxperience.com.

Semua ECU standar dari manufaktur sebenarnya telah di-protect oleh pabrikan, kalimat tersebut memang benar adanya. Namun dengan alat bantu, bisa dilakukan untuk mengambil data dan ECU, kemudian dirubah/tuning dan dibalikan kembali ke ECU. Proses ini bisa dilakukan tanpa piggyback, namun cukup mengkoneksikan tanpa harus membongkar mesin.


Perlu Anda ketahui BlackPals terkait proses remapping. Ada beberapa mobil yang bisa dilakukan remapping, tanpa membuka ECU-nya, dengan menyolder atau memotong kabelnya. Cukup dengan mengganti shill dan dilakukan tanpa membuka ECU. "Proses yang kami lakukan boleh dibilang tidak meninggalkan jejak, dan bisa kembalikan ke posisi standar. Prosentasenya 80% pengerjaan remapping berhasil kami lakukan," aku Davin yang mempertegas pengerjaannya cukup safety.

Remapping sebuah proses kalibrasi ulang pada komputer untuk ECU standar mobil, sehingga menghasilkan power yang lebih. Secara genetik pabrikan mobil dibekali dengan power 180-200 hp, namun secara produksi masal diturunkan powernya untuk kepentingan bussines strategic dan durabilitas mesin.  

BlackPals juga perlu hati-hati, jangan sembarang mengerjakan remapping ke pihak yang belum berpengalaman. Karena banyak alat remapping palsu atau replika. Alat replika tidak memiliki update software, rentan terserang bug dan ECU bisa tidak bisa dipakai lagi. "Remapping tidak hanya sekedar membaca data dan memasukkan kembali data baru, namun bagaimana data tersebut sudah di-adjustment sesuai oktan di Indonesia, humidity dan faktor lainnya. Custom tuning lebih bagus dari sekedar copy paste data ke ECU," tegas punggawa Elika tersebut.

Mungkin sebagian orang khawatir remapping bakal menghilangkan garansi mesinya. Davin menyatakan bahwa langkah remapping bisa langsung ke ECU melalui OBD port, atau langsung dari ECU Box."Remapping/flasshing lebih ke benchmark kondisi mesin, sedangkan jejak data log nantinya bisa di clear melalui diagnostic tool, sehingga risiko ketahuan tidak usah dikhawatirkan karena bisa distandarkan lagi," jelasnya.  

Kemudian pada Stage II, juga bisa dilakukan penggantian exhaust, untuk memaksimalkan hidden powernya. Melalui penggantian filter, air intake, penggantian exhaust dari header hingga muffler, penggantian intercooler sebagai pendingin temperatur turbo. "Yang menjadi catatan, semua part pendukung itu punya limit. Tidak mungkin mobil dengan tenaga 100 hp bisa menjadi 400 hp. Stage II lebih besar dari stage I sekitar 10-15 persen," tutur Davin.

Soal berapa budget yang harus di spending. Davin dari Elika menawarkan biaya stage I sekitar Rp11,5 juta dan stage II sekitar Rp13 jutaan. Harga tersebut diluar hardware, dan itu masih reasonable dibanding membeli ECU performance dari pabrikan yang harganya bisa Rp70-100juta. Nah, untuk lebih detailnya BlackPals, silahkan datang ke Elika Automotive Performance di Bursa Otomotif Sunter di blok E-10.[Ahs/timBX] 

 
 

Tags :

#
auto mods,
#
auto jurnal,
#
modifikasi,
#
audi a3 sportback,
#
elika automotive performance