MENU
icon label
image label
blacklogo

Kustom Kulture : Kastemisasi Roda Dua ke Ranah Culture

JUN 16, 2022@19:46 WIB | 455 Views

Kustom Kulture sebagai kata baru yang digunakan para petrolheads era 50-an di Amerika Serikat. Karya seni yang ditumpahkan ke kendaraan, gaya rambut, hingga fashion, menjadi tren yang berkembang saat itu. Hingga melahirkan era hot rod kulture di California Selatan 10 tahun kemudian.

Sayangnya transformasi Kustom Kulture terlambat datang di Indonesia. Tahun 2005 hingga 2008 dimulai dengan aliran low rider untuk skuter matic. Memasuki tahun 2009 baru diramaikan sederet gaya kustom, dari japstyle, cafe racer, scrambler, tracker, bobber dan chopper. 

Gaya Japstyle sendiri kalau dilihat detailnya masih mengandung unsur bobber dan tracker dengan suspensi twin shock, double seat flat dan tipis. Bagian knalpot dibikin lebih pendek, dengan suara lebih keras. Semua dibikin lengkap untuk mengikuti regulasi di Jepang, dengan estetika lebih lengkap. 

Cafe racer, gaya kustom yang lahir di Inggris era 60-an. Berkat komunitas The Rockers atau Ton Up Boys mereka bergerak dari cafe ke cafe yang hits. Sebut saja Busy Bee Cafe Watford  atau Ace Cafe Stonebridge, mereka balapan dari cafe satu ke cafe lain dengan kecepatan hingga 160kpj. Gaya cafe racer juga dimengikuti referensi desain dari gelaran grand prix, yang juga menggunakan hornet. Dari sisi building, rangka featherbed buatan Norton digabungkan dengan mesin Triumph, yang cukup populer di Inggris Raya.

Gaya Scrambler, digunakan pertama kali oleh Ducati pada tahun 1962. Dengan desain ala trail, dual purpose dan terbagi menjadi gaya classic dan gaya modern. Gaya scrambler lebih dekat tiga kuncian, velg jari-jari dengan diameter sama 18 inci, desain knalpot melengkung keatas, dan suspensi double.

Gaya tracker, terlahir dari gaya modifikasi benua Amerika. Lahir di era 60-an, motor street bike banyak dimodifikasi dengan gaya flat tracker. Antara street dan flat menjadi bagian yang satu dari klan tracker. 

Gaya street tracker cenderung masih mempertahankan bawaan pabrik. Namun sebaliknya, flat tracker dibikin lebih sporty, dan untuk menaklukkan segala medan, terutama pada genetika dirt bike yang lebih kental. Gaya buritan ducktail, stang fatbar, dan suspensi yang tidak terlalu tinggi. Sebagai modal untuk membuat putaran lebih cepat di sirkuit oval.

Gaya Bobber. Lahir lebih dulu tepatnya di era 1940-50an, didesain khusus untuk tentara Amerika yang pulang dari medan perang.  Saat itu motor yang dipangkas ala Bobber adalah Harley Davidson Type WL. Motor bobber dibuat lebih sederhana, ringan agar mudah bermanuver tanpa merubah rangka asli motor.

Gaya Chopper lahir setelah Bobber tepatnya di era 1950-an. Modifikasi paling ekstrim, karena  harus membuat ulang rangka, dengan posisi riding tegak, namun rake angle 30 derajat. Bentuk tangki yang kecil, menggunakan sisi bar di buritan, dan gaya seat yang aneh, mengikuti kontur rider. Pilihan warna yang aneh membuat gampang dikenali, seperti rusty, shiny metallic, dan glamour glitter.[Ahs/timBX]


  

Tags :

#
black story,
#
kustom kulture,
#
modifikasi motor,
#
gaya bobber,
#
gaya chopper,
#
gaya tracker,
#
gaya scrambler,
#
gaya japstyle