

FEB 18, 2026@18:00 WIB | 50 Views
Membangun ulang performa motor membutuhkan plan yang matang. Di workshop Motori Rumahnya Bikers punya pengalaman yang cukup matang dalam membangun motor berbasis performance. Mulai dari upgrade paket bore up dan stroke up, ganti klep, ganti ECU, throttle body hingga memastikan rasio kompresi dan BBM yang pantas, untuk motor harian, turing hingga balap. Sementara di motor matic juga melibatkan upgrade CVT, hingga radiator untuk pendinginan.

Dengan adanya part aftermarket mungkin konsumen bisa memilih untuk upgrade mesin, bisa beli paket brand tertentu seperti BRT dan TDR. Namun dibalik dua brand tersebut, tetap saja butuh adjustment dari seorang tuner yang faham betul akan mekanikal engineering.
Kami akan mencoba beberapa part yang disediakan oleh Motori untuk membahas part performance. Bagaimana detail part performance tersebut, terbuat dari materi apa, dan bagaimana cara kerjanya, menjadi penting untuk difahami oleh two wheelers enthusiast

Dan cara pembuktian motor tersebut berhasil dibangun, adalah dengan dynometer, untuk mengetahui suhu, tekanan, getaran, kecepatan putaran, torsi, arus listrik yang dibutuhkan dan kecepatan gas (aliran udara) masuk ke ruang bakar.
Hasilnya harus diketahui dengan data logger, membaca kurva yang bagus untuk motor harian dan sunmori.
Motori Rumahnya Bikers punya paket modifikasi yang sesuai dengan keinginan customer Pals. Jadi customer harus menentukan kebutuhan motornya untuk harian, touring, hingga balap. Nah lebih detilnya, kita bakal bahas secara tuntas, bersama bro Richie Thedy dari Motori Rumahnya Bikers.

Dimulai dari part paling kecil, sensor TPS, fungsinya untuk membaca sensor buka tutup dari butterfly (Katup buka tutup) dari injektor. "Sensor akan membaca berapa bukaan throttle, dari 20% atau 30% hingga seberapa besar wide open throttle dari pengendara," terang Richie.
Sementara untuk ECU bisa menggunakan Juken dari BRT. "Sudah dibekali fitur yang lengkap dan processor yang sudah sama gradenya dengan merek mahal. ECU standar punya tingkat kepresisian yang berbeda, Juken lebih bagus, karena bisa setting sambil live. Digabungkan dengan coil dari BRT, untuk motor standar saja tenaga naik menjadi 0,5 hp, dengan kualitas api yang memancar lebih besar," akunya.
Mulai dari ECU, Coil, TPS hingga Injector yang baru, biasanya membutuhkan pengapian arus listrik yang lebih stabil. Maka komponen pendukungnya antara lain stabilizer accu dari Wizard Fire. "Karena listrik stabil, maka diharapkan pengapian juga stabil, dan output tenaga jadi lebih moncer," tambahnya.
Baca juga : Motori Rumahnya Bikers, Modifikasi Skuter Matic Bertenaga Besar hingga Konversi Motor Listrik
Seher Touring Beda dengan Seher Balap

Bila paket upgrade diatas terpenuhi, maka yang terpenting kemudian memilih material piston. "Untuk keperluan balap bakal digunakan piston dengan kubah yang dikustom, sesuai dengan kompresi yang diinginkan antara rata atau bentuk dome. Tentunya sesuai dengan durasi camshaft," terangnya. Bila dibandingkan dengan piston turing, bentuknya lebih rata, karena tidak butuh kompresi yang tinggi.
Reshapping piston hanya butuh setengah jam. Sedangkan material untuk kompresi tinggi bisa menggunakan material forging. Material alumunium yang ditempa, dan bila digunakan dalam kondisi yang cukup panas cukup safety dan tidak berubah bentuk. Materi untuk motor touring cukup menggunakan piston berbahan aloy casting.
Head Silinder yang udah dioversized

Head silinder dari BRT yang sudah diolah oleh Motori Rumahnya Bikers punya finishing porting CNC. Dudukan (stting) klep sudah menggunakan bronze, dari ukuran standar 19-17 mm menjadi 22-19 mm. Klep in naik 3 mili menjadi 22mm sedangkan klep out naik 2 m menjadi 19mm.
"Tujuan porting adalah meningkatkan Gas Speed dan flow lebih bagus dalam ruang bakar. Sehingga udara yang masuk ke ruang bakar menjadi maksimal, menghasilkan ledakan (power). Ledakan sendiri terjadi karena ada BBM, udara dan api. Saat piston turun, supply udara jadi banyak, menghasilkan ruang bakar yang maksimal," urainya.
Rumus menghitung Ukuran Klep

Case dari head Yamaha aerox misalnya, contoh ukuran dasarnya 22mm/19mm. Dari ukuran piston 62mm, maka untuk menghitung klep yang sesuai. Adalah dengan angka diameter piston dibagi dua, menjadi 62:2 = 31mm. Bila klep in 31mm maka klep out punya pembeda 5-6 mm lebih kecil, berarti 25mm untuk klep out.
Bila klep dasar 22mm in dan 19mm out, idealnya untuk ukuran piston berapa sih? Motori membagikan rumus dasar menghitung piston sesuai kebutuhan klep. 0,707 x ukuran klep 22mm = 15,55 mm. Hasil tersebut dikalikan 2 karena ada dua klep. Maka hasilnya diameter piston menjadi 31mm. Hasil ini adalah jari-jari piston. Maka 31mm x 2 sama dengan 62mm ukuran diameter pistonnya.
Paket Daily Rp4-5 juta
Terdiri dari block dan piston, ECU Juken dan ECU Guard, Wizard Fire, Coil BRT dan Camshaft dari BRT, serta oli dari Idemitsu dan busi. Harga paket ini cukup dengan Rp4-5 jutaan, dan mendapatkan free 2 mangkok bakmi Ferrari di lantai 2. Paket ini bisa diselesai dalam 1 hari.
Paket Touring
Terdiri dari paket Daily ditambahkan head silinder dan kruk as, serta throttle body. Paket ini mencapai antara Rp5 juta hingga Rp20 juta.
Paket FFA Rp20 juta

Paket ini rubahan kubikasi menjadi cukup drastis, dari basic mesin 150 cc berubah ke 300 cc. Diatas itu ada paket FFA dari 250cc ke 675cc. Dengan head silinder 96mm yang diadopsi dari silinder KTM. Untuk instalasi butuh 2 minggu, karena butuh pengujian jalan dan mengetahui kinerja mesin secara proper. [Ahs/timBX]
Alamat dari Motori Rumahnya Bikers : Jl. Pangeran Tubagus Angke Blok AA No. 23C, Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat 11460, Indonesia.