MENU
icon label
image label
blacklogo

Mesin 2JZ dan LS3 Kuasai BlackDyno Test di kelas FFA

NOV 30, 2019@23:15 WIB | 67 Views

BlackDyno Test  menjadi magnetude dari Final Battle BlackAuto Battle 2019 Yogyakarta. Para peserta yang teregsiter dibeberapa kelas seperti kelas Force Induction (FI), Naturally Aspirated (NA) dan Free For All (FFA). Para peserta yang bertanding di kelas NA dan FFA telah berlangsung pada 30 November 2019 kemarin. Sedangkan kelas FI yang rencananya berlangsung 1 Desember dinyatakan batal karena mesin dyno mengalami trouble elektrikal.

Kelas NA terdiri dari 4 peserta, masing-masing Honda Genio, Honda Odyssey, Honda Civic FD1 dan Honda Civic FD1 kedua. Peserta pertama yang running di mesin dyno Mainline Honda Genio yang running dibawah kemudi Boy, menghasilkan tenaga 99,4 HP. Peserta kedua Ahlun dari Odyssey Merah membejek mobilnya diatas mesin dyno menghasilkan 111,3 hp. 

Tak lama peserta ketiga dengan Honda Civic FD1   berhasil mengungguli Odyssey hasil tipis 113,4 hp. Raihan itu harus ditutup dengan kemenangan Civic FD2 dari tim Shift Engineering berhasil menutup keunggulan, 198,2 Hp. Hasil ini  membawa kemenangan tim Shift Engineering melangkah ke panggung di hari kedua 2 Desember. 

"Civic FD2 telah dimodifikasi stage 1, menggunakan remap hondata, dan dikombinasikan dengan exhaust JS Racing 700 RR. Tetap dengan header standar, sesuai ekspektasi hampir 200 hp," buka Steve dari Shift Engineering.   

Di kelas FFA, bermain tiga mobil dari tim Shift Engineering. Antara lain tubular offroad, dengan mesin LS3 6,2 liter. Kemudian BWM E46 dengan mesin 2JZ serta Toyota Camry dengan modifikasi piggyback. Di kelas ini setiap mobil boleh running dua kali, untuk menghasilkan angka terbaiknya. Tubular milik Lamban Garage menghasilkan tenaga shift pertama 300,2 hp, kedua 301,5 hp.  

Sedang BMW E46 digadang-gadang mampu menyamai tenaga dari tubular. Hasilnya putaran pertama menghasilkan tenaga 290,1 hp. Namun diputaran running kedua berhasil mencatatkan angka positif menjadi 317.1 hp. Kemudian Toyota Camry milik salah satu customer Shif Engineering, Gege berhasil running di 188 hp, dan 191,9 hp. 

"BMW E46 sudah swap engine ke mesin 2JZ, dengan turbo GTX 30, kombinasi dengan ECU Haltech Platinum 1000, dan tenaga mesin yang optimum didistribusikan melalui transmisi R35 milik JZ bukan dari varian Toyota Supra," tutur Steve Pramudita Hutomo, pemilik bengkel Shift Engineering yang berlokasi di Jalan Palagan Yogyakarta.

Sedangkan untuk Tubular salah satu modifikasi yang juga dibawah pengerjaan Shift Engineering. "Ini mobil tubular full customized, sasisnya dibuat oleh Wahyu Lamban, dan sudah juara nasional Offroad 9 kali berturut-turut di kelas FFA. Menggunakan mesin crake engine 675hp add engine," aku Steve.

Selama modifikasi mesin tubular cukup susah dikendalikan, mengingat mesin tersebut digunakan untuk sedan. Proses selanjutnya camshaft dikecilkan berikut cam gear, biar tidak terlalu liar. Setelah mesin dimodifikasi, diuji dyno hasilnya 420 hp add engine atau turun 300 hp. Sektor kaki-kaki ban belakang diganti dengan ban biasa agar bisa ngegrip di dyno.  Modifikasi tubular offroad ini sudah mencapai Rp1,5 miliar, khusus turun di kelas adventure extreem. 

"Ada 8 unit mobil yang sudah kami bangun dengan mesin V8, dengan mesin LS3, LS2 dan LS1 serta LM 5200 cc. Dan kami persiapkan ini jauh-jauh hari, dan kami siap meramaikan BlackDyno Test," tutup Steve. Selain membangun mesin, dirinya juga terlibat memodifikasi mesin sportcar seperti M4, M3 yang banyak berlokasi di Solo dan Yogyakarta.[Ahs/timBX] 

Tags :

#
final battle,
#
blackauto battle 2019,
#
dyno test,
#
ffa,
#
odyssey indonesia,
#
shift engineering,
#
naturally aspirated