MENU
icon label
image label
blacklogo

Ron Celestine Tokyo Tuner : BlackAuto Modify Being Next Level Crazies

DEC 01, 2019@00:00 WIB | 719 Views

Final Battle BlackAuto Battle 2019 yang berlangsung di Yogyakarta menjadi event dunia customize paling besar di Indonesia. Kali ini tamu kehormatan Ron Celestine dari Tokyo Tuner datang untuk menilai secara pribadi setiap mobil-mobil modifikasi yang masuk sebagai peserta BlackAuto Modify. Tim Blackxperience.com berhasil mewawancarai bagaimana kekaguman seorang Ron yang sudah tinggal di Jepang selama 5 tahun, menjalani dunia persilatan otomotif dan modifikasi. 

Berikut ini kutipan wawancara dengan Ron Celestine :

Bagaimana penilaian Anda terhadap mobil-mobil modifikasi di Final Battle BlackAuto Battle 2019?

Jujur untuk melihat modifikasi di Indonesia, ini sebuah dunia customize yang baru. Saya belum pernah menemui crazy as possible layaknya tuner di Indonesia. Sangat unik tapi masih pantas, dan saya rasa ini bagian dari culture customize di Indonesia.

Saya tidak menemui modifikasi seperti saat ini dalam gelaran kontes modifikasi di Malaysia, atau Jepang sekalipun. Saya tidak menemukan jawaban pasti kegilaan tuner disini, mereka mengganti mesin baru, dengan dua turbo sekaligus, masih ditambahkan belasan audio visual. Saya selalu merindukan event modifikasi di Indonesia. 

Adakah yang mencuri perhatian Anda dari mobil peserta? 

Mobil favorit saya VW Beetle. Tingkat pengerjaannya cukup detail, dan itu amazing. 

Bagaimana konsep modifikator Indonesia dalam membangun mobil dikomparasikan dengan culture modifikasi global saat ini? 

Emmm, ini pertanyaan sulit. Saya belum bisa jawab, tapi cukup membanggakan, dimana modifikator di Jepang dan USA belum melakukan hal ini. Saya pikir tuner disini adalah bagian dari next level crazies modifikator. Tidak banyak orang di belahan dunia yang membangun mobil dengan semangat partisipasi dan aspek show car. Disini aspek show car lebih kuat dari negara lain. 

Tahun ini perkembangan peserta Final BlackAuto Battle seperti apa dibanding tahun sebelumnya? 

Saya fikir culture customize jauh lebih baik, seperti sisi kegilaan ide, finishing, dan level yang lain. Saya tidak mampu berpikir, apakah kecukupan finansial, atau yang lain yang memicunya.  

Saya cukup mengagumi Falcon, modifikasinya cukup simpel, sedikit gila, namun tetap kelihatan standar. Sepertinya terlihat standar, tapi sebenarnya tidak karena menggunakan mesin V8 LS2 dari Corvette.

Teknologi modifikasi di indonesia perkembangannya seperti apa? 

Hmmm, cukup bagus. Tapi jujur saya belum pernah lihat di negara lain. Saya pikir secara finansial penduduk Indonesia tidak terlalu tinggi. Namun dengan kreatifitas mereka saya cukup mengagumi.

Saya pikir mereka yang berkecukupan mampu membuat modifikasi lebih artistik, dan itu tidak mewakili populasi secara general. Tapi bila pemerataan ekonomi yang lebih luas, pasti akan tumbuh lonjakan kreatifitas yang lebih. Sejauh ini sentuhan teknologinya juga cukup cool.

Tingkat kreativitas modifikator Indonesia menurut pandangan  Anda? 

Cukup baik, siapa yang mampu menjangkau ide membuat mobil 6 roda, itu sangat jarang, tetapi tetap positif. Orang Jepang sendiri tidak mampu melakukannya, ini hanya ada di Indonesia.

Hasil modifikasi tuner Indonesia kalau diadu dengan negara lain apakah sudah equal atau masih jomplang? 

Bisa jadi sudah similar. Akan tetapi terkait kegilaan ide mereka, saya belum menemui sepadannya. Untuk mobil-mobil proper sudah menyamai gaya modifikasi Jepang dan Malaysia.

Selama menjuri modifikasi mobil negara mana yang pesertanya paling banyak? 

Saya secara teknis bukan seorang juri. Jika saya menjuri saya tidak menilai secara keseluruhan. Saya lebih menanyakan kepada pemilik mobil, apa konsep yang ingin disampaikan, jika dia mampu menjelaskan dengan baik, saya akan menilainya cool, apalagi saat mereka mampu melakukan swap engine dengan tenaga yang lebih besar. 

Masukan dan saran terhadap modifikator di Indonesia?

Indonesia menjadi yang terbesar dan terlengkap mulai sekarang. Apalagi bisa dipastikan modifikasi mobil itu bisa jalan harian dengan proper. Saya pikir mobil bergenre show car itu tidak semuanya bisa laik jalan. Akan tetapi pemilihan mesin V8, pemasangan turbo dengan tenaga mencapai 400 hp ketika di tes dyno, itu cukup cool dan cukup diterima. Ini cukup penting di dunia customize. Saya dari Tokyo Tuner, saya menyukai dunia customize dengan mesin V8 dengan paduan turbo dan daily proper. Sekali lagi saya tidak dalam tugas menjuri.[Ahs/timBX]

Tags :

#
joe celestine,
#
tokyo tuner,
#
final battle,
#
blackauto battle 2019 yogyakarta,
#
jec yogyakarta