MENU
icon label
image label
blacklogo

Review The Furious, High Octane Action!

JUN 09, 2026@12:00 WIB | 85 Views

Action High Octane, Brutal dan Fight Tanpa Batas!

Apakah film action berintensitas tinggi masih bisa terasa segar di tengah dominasi horor, thriller, dan film superhero? Jawabannya mungkin ada di The Furious. Disutradarai oleh Kenji Tanigaki dan dibintangi Mo Tse, Joe Taslim, serta Yayan Ruhian, film ini hadir dengan satu tujuan yang jelas: memberikan pengalaman action yang langsung menghantam tanpa basa-basi.

Bukan Drama Keluarga

Di saat banyak film laga modern mencoba membungkus aksinya dengan drama keluarga, trauma masa lalu, atau konflik emosional yang berlapis, The Furious justru memilih jalur yang lebih sederhana. Ceritanya tidak rumit dan tidak berusaha menjadi sesuatu yang lebih besar dari yang dibutuhkan. Premisnya hanya berfungsi sebagai fondasi untuk mengantar penonton menuju rangkaian pertarungan yang menjadi daya tarik utama film ini.

Keputusan tersebut terbukti efektif. Sejak awal hingga akhir, film ini hampir tidak pernah kehilangan momentum. Pertarungan demi pertarungan tersaji dengan tempo yang rapat, menghadirkan bentrokan antara karakter-karakter yang masing-masing memiliki kemampuan bela diri berbeda. Wang Wei, Navin, Paklung, Tak, dan Ho bukan sekadar nama dalam cerita, tetapi menjadi kendaraan untuk menampilkan berbagai pendekatan bertarung yang membuat setiap duel terasa memiliki identitas tersendiri.

Koreografi Terbaik

Kekuatan terbesar The Furious tentu terletak pada koreografi aksinya. Pengalaman panjang Kenji Tanigaki sebagai koreografer laga terlihat jelas dalam setiap adegan. Tidak banyak trik kamera berlebihan atau potongan gambar yang terlalu cepat untuk menyembunyikan gerakan para aktor. Sebaliknya, film ini memberi ruang bagi para pemain untuk benar-benar menunjukkan kemampuan mereka.

Menariknya, film ini juga menghadirkan perpaduan berbagai aliran bela diri. Mo Tse tampil dominan dengan gaya Shaolin Wushu yang cepat dan eksplosif. Sementara itu, Brian Le mengandalkan kombinasi street fighting dan kungfu yang agresif. Kehadiran Joe Taslim dan Yayan Ruhian menambah warna tersendiri melalui sentuhan judo dan pencak silat yang membuat beberapa adegan pertarungan terasa lebih keras dan membumi.

Hasilnya adalah sajian laga yang terasa brutal, intens, dan memuaskan. Setiap pukulan, tendangan, hingga bantingan memiliki bobot yang cukup untuk membuat penonton ikut merasakan dampaknya. Film ini memahami bahwa daya tarik utama genre action bukan hanya soal siapa yang menang, tetapi bagaimana proses pertarungan itu mampu menjaga ketegangan dari awal hingga akhir.

Menawarkan Apa The Raid Lakukan

The Furious mungkin tidak menawarkan cerita yang revolusioner. Namun film ini tidak pernah berpura-pura menjadi drama yang kompleks. Fokusnya sejak awal adalah menghadirkan aksi berkualitas tinggi, dan dalam aspek tersebut film ini berhasil menjalankan misinya dengan sangat baik. Bagi penonton yang merindukan film laga yang mengandalkan kemampuan bela diri para pemainnya ketimbang efek visual berlebihan, The Furious menjadi salah satu tontonan action paling menghibur tahun ini. [Adi/TimBX]

Tags :

#
joe taslim,
#
yayan ruhiyan,
#
the furious