MENU
icon label
image label
blacklogo

Langkah Ambisius Qualcomm Gabungkan Mixed Reality dan 5G

FEB 26, 2019@17:00 WIB | 150 Views

Pembuat chipset ternama dunia, Qualcomm baru-baru ini mengungkapkan rencana dan membangun teknologi yang lebih canggih. Perusahaan tersebut mempromosikan sebuah platform yang menggabungkan headset virtual dan augmented reality yang didukung smartphone berteknologi 5G.  

Qualcomm mengumumkan rencananya itu pada acara Mobile World Congress (MWC 2019) yang masih berlangsung di Barcelona, Spanyol. Dalam pernyataan resminya, platform yang direncanakan itu akan membantu mendorong headset VR dan AR (secara bersama-sama disebut "XR") bertenaga smartphone ke pasar pada tahun ini.

Qualcomm akan membuat program sertifikasi "pengoptimalan XR" untuk ponsel yang menggunakan prosesor Snapdragon 855. Sejauh ini, ada dua perangkat yang didukung secara resmi, yakni Acer OJO, yang diumumkan Agustus lalu, dan mixed reality Nreal Light,yang diluncurkan di CES pada Januari kemarin. 

Mungkin akan lebih banyak yang muncul nantinya, termasuk ‘sesuatu’ dari perusahaan VR Pico, dan Qualcomm menggunakan program akselerator yang ada untuk mempromosikan pengembangan kinerja headset XR ini.

Tema pemersatunya adalah semua pengguna VR dan AR ini akan memiliki layar sendiri, tetapi mereka juga akan dapat menjalankan aplikasi smartphone melalui kabel USB-C, menggabungkan manfaat dari headset yang ditambatkan secara mobile pula.

Ini bukan konsep baru karena LG memulai debutnya dengan headset VR USB-C-tethered pada 2016 lalu. Namun di sini, Qualcomm berjanji bahwa jaringan 5G akan membuat pemakai dapat melakukan streaming media berkualitas lebih tinggi dan tentu lebih menarik daripada sebelumnya. 

XR Mobile memiliki potensi untuk menjadi sepenting smartphone di era ini. Dan ini peluang bagi Qualcomm untuk bisa mengembangkannya secara lebih baik lagi. 

Sejumlah penyedia layanan jaringan telah mendukung upaya Qualcomm ini, yang mana diantaranya adalah operator Amerika Sprint, telekomunikasi Australia Telstra, penyedia Korea SK Telecom dan LG U +, dan perusahaan Swiss, Swisscom. 

Namun, jaringan ini masih dalam tahap awal peluncuran dan belum jelas kapan tepatnya para pengguna smartphone bisa menikmati teknologi 5G. 

Ya, teknologi 5G ini sendiri masih dalam tahap awal penyesuaian dan itupun tidak semua negara di duna bisa melakukannya. Tetapi realita ini tak membuat keyakinan pihak Qualcomm menyurut. Mereka tetap optimis kalau rencana penggabungan kinerja XR dengan smartphone 5G akan bisa direalisasikan nantinya. 


Sumber dan foto: berbagai sumber

Tags :

#
qualcomm,
#
snapdragon,
#
mixed reality