MENU
icon label
image label
blacklogo

NHK dan GM hadirkan empat helm terbaru

JUN 19, 2014@16:30 WIB | 2,314 Views

Seiring dengan perkembangan teknologi dan tingginya permintaan pasar akan alat pelindung kepala, produsen PT DanaPersadaRaya Motor Industry terus berinovasi untuk menghasilkan produk yang dapat diterima masyarakat Indonesia. Hal tersebut berjalan lurus dengan semakin maraknya pertumbuhan sepeda motor di tanah air terkhusus di wilayah Jakarta.

Sebagai produsen helm yang menaungi beberapa brand seperti NHK, GM, MAZ, dan MIX, PT Danapersadaraya Motor Industry, hari ini (19/6) meluncurkan empat helm terbaru mereka di Jakarta Fair 2014. Memiliki disain yang lebih agresif disetiap modelnya, helm ini diyakini mampu memberikan pilihan bagi bikers yang ingin tampil beda. Dari empat helm yang dirilis, diantaranya adalah NHK Reventor, NHK Supermoto, GM Startech, GM Race Pro.

Pada model NHK Reventor, model ini mengadopsi disan maskulin untuk para bikers yang senang tampil gagah. Disainnya yang mengusung bentuk half face, serta dilengkapi dengan double visor, model ini juga telah disisipkan dengan air ventilation yang cukup banyak, sehingga udara yang masuk dapat menyegarkan kepala anda.

Sementara untuk model NHK Supermoto, bentuk halface yang tidak lumrah menjadi inovasi dati NHK. Bentuk half face tanpa mika namun dikemas dengan visor, memberikan sentuhan yang berbeda dari model lainnya. Pada model GM StarTech, model half face yang diluncurkan, kini tampil lebih agresif berkat pengadopsian cap yang mampu menghalang sinar matahari.

Untuk model terakhir, GM Race Pro, model full face yang ditawarkan memiliki dua type, antara lain single visor dan double visor. Pada model ini, produsen telah melengkalinya dengan kaca anti gores. Dengan fitur tersebut, membuat penadangan mata anda tifak tehalang lagi. Keempat model tersebut dibanderol mulai dari harga Rp 270 ribu hingga Rp 415 ribu. [Har/timBX]

Tags :

#
NHK Reventor
#
NHK Supermoto
#
GM Startech
#
GM Race Pro
#
NHK
#
GM
#
MAZ
#
MIX
#
PT Danapersadaraya Motor Industry