MENU
icon label
image label
blacklogo

Benny Affandy : Kebetulan Saya Suka Otomotif

DEC 31, 2009@00:00 WIB | 1,535 Views

Bertepatan dengan penyerahan hadiah mobil Toyota untuk the Champion dan pemenang doorprise Autoblackthrough di Showroom Toyota jalan Yos Sudarso kami bertemu dengan seseorang pria yang mengaku bernama Benny Affandi, saat prosesi penyerahaan hadiah berlangsung pria inilah yang secara resmi menyerahkan hadiah mobil kepada pemenang ABT. Ketika acara penyerahan hadiah usai kami langsung menghampiri pria yang ramah ini. Ditanya mengenai posisinya di perusahaan Toyota-Astra Motor pria ini menjawab sebagai Kepala cabang, tidak hanya sampai di situ saja kami bertanya mengenai backround atau profil singkat dirinya. Pria yang secara kebetulan suka otomotif ini mengawali karirnya di perusahaan Toyota mulai dari Sales Auto 2000 hingga kini menjadi kepala cabang Auto 2000.

Pria yang pernah menimba ilmu di Institut Pertanian Bogor (IPB)  mempunyai idealisme untuk menjadi pengusaha hingga dirinya tidak pernah bermimpi menjadi karyawan, Karirnya di Auto 2000 dimulai dari posisi sales sejak tahun 1993, seiring berjalannya waktu pada tahun 2002 Benny berhasil menduduki posisi kepala cabang Auto 2000 Yos Sudarso. " Di sini saya menjabat sebagai kepala cabang kepala cabang dari VSP Auto 2000 Yos Sudarso dan kepala cabang Body and Paint sunter serta Parkin Direct Sunter. saya ditugaskan di sini sejak tahun 2006 januari sebelumnya ada di Auto 2000 Kramat Jati kalau kiprah di Auto 2000 saya masuk tahun 1993 berarti sekarang dah 16 tahun. karir saya mulai dari sales man, junior salesman, eksekutif sales, senior dan seterusnya, supervisor, sales manager baru Branch Head. untuk kepala cabang tahun 2002, sebagai wiraniaga dan supervisor dari tahun 93 sampai 2001. Ujar pria yang sudah mempunyai dua anak ini.

Sebelum bergabung ke Auto 2000 Benny pernah berprofesi sebagai peternak udang karena tuntutan dari sang mertua maka dirinya memutuskan untuk meninggalkan tambak udang dan menjadi karyawan, perusahaan yang di tuju saat itu adalah Toyota-Astra Motor awalnya pria berkacamata ini tidak tertarik dengan perusahaan tersebut karena perusahaan tersebut Multi Nasional maka dirinya melirik Astra selain itu secara kebetulan menyukai otomotif. " saya pernah kuliah di IPB jadii ngak ada kaitannya degan dunia otomotif saya masuk ke fakultas teknologi pertanian jurusan teknologi pangan dan gizi. Sebenernya saya punya idealisme untuk jadi pengusaha jadi begitu saya memutuskan keluar dari IPB saya menjadi peternak udang jadi saya tidak pernah bermimpi jadi karyawan kenapa saya bilang susah di ceritakan karena tuntutan dari mertua karena mertua. Yang bisa menghidupkan ya tentu orang yang kerja jadi karyawan dan punya posisi jadi saya putuskan untuk meninggalkan tambak dan menjadi karyawan, kenapa saya pilih Astra saat itu memang Astra banyak berkiprah ke Universitas untuk ambil orang mereka lakukan tes di kampus-kampus, saat itu saya tidak tertarik waktu masih mahasiswa tapi saya tahu Astra sebuah perusahaan multi nasional saat itu lah saya melirik Astra, karena saya tidak punya gelar sarjana maka yang saya pilih karir jadi sales. di area sales tidak di perlukan harus sarjana, tanpa gelar sarjana saya pikir saya lebih baik masuk sales dan kebetulan saya suka otomotif. kata pria yang selalu punya planning jangka pendek, menegah dan panjang.

Keingginan Benny menjadi sales hanyalah sebagai batu loncatan saja hingga pada akhirnya Benny berpikir tidak mau menjadi salesman seumur hidup dan ingin berkarir lebih tinggi lagi menempati posisi tertentu yang lebih baik dari sales. Dengan motivasi tersebut maka dirinya selalu belajar mengenai tugas-tugas yang biasa dilakukan oleh profesi di atas sales. Mengenai jabatannya kali ini  membawahi empat departemen besar yaitu departemen kendaraan baru, general servis, body and paint dan parkin dierect sedangkan tugas-tugasnya meliputi pencapaian target, membangun sumber daya manusia, dan membangun sistem.

Di akhir perbincangan, kami menanyakan pandangan dirinya mengenai perkembangan otomotif di Indonesia, " saya pikir pasar otomotif di Indonesia ini sangat menjanjikan market kita itu lebih besar setelah Thailand meskipun banyak juga ancaman di tahun ini, krisis global kalau kita lihat itu menjadi ancanman luar biasa di awal tahun tapi rasanya tidak terpengaruh, data dari Januari sampai November kemaren menunjukan bahwa kita mencapain lebih dari yang diharapkan. Jadi saya pikir pasar otomotif tidak terlalu terganggu dengan krisis moneter meskipun tahun depan kita menggangap pertumbuhan akan baik karena krisis global kalua saya lihat sudah re cover ", ujar pria yang pernah meraih juara dua dalam kontes kepala cabang terbaik.[san/timABT]

Tags :