Jenis baru transaksi pay-per install yang marak di negara-negara Eropa terutama Rusia berdasarkan riset yang dilakukan oleh peneliti ESET memiliki kecenderungan perilaku kejahatan dunia maya. Kecenderungan menyasar pada perangkat dengan sistem operasi Android yang penting untuk diungkap, agar user memahami dengan baik situasi dan bagaimana langkah pencegahannya.
User Android Harus Tetap Waspada
Para pelaku kejahatan internet melaksanakan aksi dengan berbagai cara, belakangan menunjukkan kecenderungan peningkatan ancaman terhadap user Android dengan cara melakukan aktifitas jual beli jasa, melakukan kejahatan melalui forum-forum diskusi, situs lelang dan jual beli. Salah satunya adalah akses ke komputer yang telah terinfeksi virus, yang lalu menginstall software jahat ke dalam perangkat Android, dengan modus utama untuk mendapatkan keuntungan finansial. Transaksi jual-beli "barang haram"¯ tersebut, menggunakan skema pay-per install (PPI). Situs digunakan sebagai media untuk memasarkan layaknya model jual beli baik instalasi malware ke perangkat Android, maupun jasa meretas akses ke komputer yang telah terinfeksi dengan metode pay per install. Situs tersebut rata-rata resmi beroperasi sejak 2011 lalu. Pelaku kejahatan dengan modus menginstall software jahat ke dalam perangkat Android memperoleh bayaran antara $US 2 - 5 setiap installasi. Nominal tersebut lebih mahal daripada harga yang diberikan untuk aksi yang sama dengan sasaran Windows PC.
Software yang diinstall di perangkat dengan OS Android biasanya masih berhubungan dengan keluarga malware Android/Trojan SMS. Program jahat tersebut jika sudah berada didalam handset, akan melancarkan aksinya mengirimkan pesan SMS berlangganan ke nomor-nomor telepon bertarif premium yang dimiliki oleh pelaku sendiri, hasil akhir, tentu saja keuntungan finansial yang masuk ke saku pelaku kejahatan tersebut.
Pengamanan Terhadap Android
Dalam pengamanan Android, ESET pun menjalani proses serangkaian pengujian, hingga mencapai keunggulan teknologi dan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan user. AV-Comparatives sebuah lembaga independen yang berbasis di Innsbruck, Austria membuktikannya. AV-Comparatives menganalisa seluruh fungsi penting dari produk antivirus yang memiliki beragam fitur, sebut saja Antivirus, Antispam, Anti-Theft, SIM-matching, Remote Wipe dan Remote Lock.
"Peningkatan jumlah user smartphone, dan pola penggunaannya menjadikan smartphone dan Android sebagai target sasaran yang 'menggoda' bagi para pelaku kejahatan dunia maya. Karena karakteristik yang unik, pengguna smartphone di Indonesia saat ini belum sebanyak feature phone, tetapi peningkatannya akan sangat signifikan ditahun-tahun berikutnya sehingga, ke depan bukan tidak mungkin situasinya akan berbalik. Jadi, keamanan perangkat komunikasi menjadi semakin penting, selain karena perangkat tersebut memiliki value yang relatif tinggi, pola penggunaannya sangat luas muladi dari berkomunikasi, hingga menjadikannya sebagai media untuk storing data"¯ Demikian Tutur Yudhi Kukuh Technical Consultant PT. Prosperita-ESET Indonesia
Aspek keamanan data kembali dipertaruhkan, Yudhi Kukuh, Technical Consultant PT. Prosperita-ESET Indonesia menyampaikan “Melengkapi gadget Android dengan aplikasi Antivirus Mobile Security adalah langkah yang masuk akal. Meskipun banyak vendor antivirus di pasar, kini user cukup dimudahkan dengan munculnya report hasil uji perbandingan dari lembaga independen yang memberikan rekomendasi antivirus yang handal¯. [min/timBX]
Innovation & Technology News
Innovation & Technology Review
Tech Tips