HOME
CONTACT & INFO
  LOGIN    SIGN UP
Minggu, 19 Mei 2013    |   Cart (0)

Jakarta, 2 - 3 Desember 2006

Toyota Starlet 1994, Japanese Super Extrem Car!

0 Comments

Awalnya hanya ingin coba-coba, tapi malah berakhir ekstrem. Itulah nasib Toyota Starlet 1994 milik Dimas Udaya Ramadhan, anggota klub Jacobson Jakarta. Saking ekstremnya, pria 25 tahun itu rela menghabiskan biaya Rp 120 juta hanay untuk mendandani mobilnya.

"Biaya modifikasinya dua kali lipat harga mobilku. Padahal awalnya hanya ingin modif airbrush. Karena keasyikan, malah jadi seperti ini," kata Dimas. Wajah Starlet ini sudah berubah drastis. Mulai eksterior hingga interior dihiasi berbagai aksesori untuk mendapatkan tampang Japanese Super Extrem Car. "Alirannya versi Jepang. Namun seluruh konsep modifikasi kreasi sendiri lho," imbuhnya.

Modifikasi yang dilakukan Dimas nggak tanggung-tanggung. Bodi asli Starlet di-chop top. Kemudian dipasangkan body kit custom termasuk bemper depan, bemper belakang, dan side skirt.

Pola buka pintu depan juga dirubah dengan sistem motorized. "Ini bikin pintu lebih mudah dibuka. Tinggal pencet tombol, pintu terbuka sendiri," ujar Dimas. Modifikasi eksterior tak berhenti di sini saja. Untuk menyamarkan wajah Starlet, Dimas mengganti lampu depan dengan milik Jaguar.

Tentunya, tampilan luar mobil dipermanis satu set velg baru. Dimas memilih velg diameter 19 inci yang didukung shockbreaker tipe adjustable dan per custom yang sudah dipotong 3 ulir. Agar velg ini bisa mudah dipasang, dilakukan wide body sebesar 5 centi.

Pada interior, Dimas memodifikasi lebih gila lagi. Chop top membuat Starlet Dimas lebih telanjang. Jadinya, suasana interior bisa terlihat dari luar. Agar nggak memalukan, Dimas mengubah bentuk asli kabinnya.

Seluruh jok dilepas, dashboard, setir dan perangkat standar Starlet dibuang. Gantinya, Dimas memasangkan peralatan baru. Seluruh kabin yang tersisa dilapisi bahan fiber campur akrilik. Setelah dilapisi, semua dibalut beberapa warna yaitu, emas, kuning dan oranye.

Di dashboard tersebut ada beberapa indikator mesin. Sebagai tambahan. Dimas juga memasang pilar penyekat antara jok kanan dan kiri. Pilar tersebut terbuat dari plat baja yang ditempeli head unit dan indikator mesin tambahan. "Pilar ini berfungsi sebagai alat untuk menempelkan beberapa perangkat yang nggak bisa dipasang di dashboard," jelasnya. 

Dimas mengganti jok asli dengan jok racing dari plat baja. Pada head rest-nya terpasang dua speaker. Yang paling menonjol adalah piranti audio. Head unit dan CD changer dan tiga amplifier dipajang sebagai pemanja telinga. Itu masih didukung dua subwoofer 12 inci, delapan speaker 6 inci, delapan tweeter, dan empat monitor 7 inci.

Urusan pengecatan, warna interior dan eksterior dibuat senada dalam balutan nuansa emas, kuning, orange dan cokelat. Semua cat disemprotkan dengan airbrush motif jilatan api. "Mobilku kan kencang banget. Airbrush api itu menggambarkan bahwa mobilku terbakar karena saking kencangnya," papar Dimas.

Bagian lain yang tak luput dari perombakan adalah mesin. Beberapa komponen standar diganti, termasuk mesin dan bloknya. "Aku suka banget ngebut. Karena itu, mesin juga jadi pusat perhatianku," jelas Dimas. Sistem transmisinya juga diganti versi otomatis. Untuk penguat kecepatan, Dimas memasang dua tabung NOS, masing-masing 5 kilogram. Semua perombakan ini bikin Starlet Dimas melaju dengan kecepatan maksimal 160km/jam. Mobil ini menyabet dua gelar pada gelaran kontes modifikasi Final Battle Djarum Black Cappuccino Autoblackthrough 2006 di Jakarta beberapa waktu lalu. Diantaranya adalah Best Toyota dan Best Hacth Back.
[ABT/jpnn/heri]

 
 
 

JOIN THE DISCUSSION

YOU NEED TO BE A BLACKXPERIENCE MEMBER TO LEAVE YOUR COMMENT.
 
Username :
Password :