0 CommentsPeta modifikasi mulai berubah. Untuk jadi jawara, tak perlu lagi potong bodi, chop top atau face lift. Tak perlu pula sistem motorized yang canggih dan segudang audio di mobil.
Untuk jadi juara syaratnya simpel, modifikasi yang tidak banyak mengubah nilai fungsional mobil seperti Nissan Silvia S-15. Berbekal konsep street racing car, mobil karya bengkel modifikasi Rosella Autodesign Jakarta ini meraih juara pada final kontes modifikasi terbesar, Djarum Black Cappuccino ABT 2006 di Jakarta akhir pekan lalu. Apa rahasia King ABT ini?
Sekilas, tampilan luarnya tak banyak berubah. Namun jika diperhatikan lebih seksama, tampilannya telah banyak berubah. Sebagai mobil street racing, bobot mobil menjadi perhatian tertentu. Untuk itu, Christian Coujin sang modifikator merobek seluruh pelat besi yang sejatinya melapisi seluruh bodi dirobek dan diganti dengan bahan serat karbon. Tak hanya itu, body kit serat karbon tersebut dibentuk menyerupai replika Cala Sec*ond ST1, mobil racing yang digunakan khusus untuk balap mobil drifting. Bodi fiber cukup fleksibel dan kuat. Selain itu, fiber juga tak membahayakan pengemudi ketika sedang balap.
Untuk menambah kesan mobil balap, Coujin mencopot sepasang jok standar dan menggantinya dengan single seat versi racing yang seluruhnya terlapisi kevlar dan dilengkapi safety belt empat titik. Dashboard standar Nissan Silvia juga dirombak, diganti dengan dashboard custom dari fiber.
Kesan mobil balap juga ditunjukkan dengan pemasangan shift knob, steering wheel dan pedal set merek Racing juga indikator mesin. Agar bobot tetap ringan, semua perangkat yang tidak perlu di dalam kabin dibuang dan diganti dengan bahan fiber. Kesan balap yang melekat di mobil Nissan Silvia tak dirubah. Melainkan hanya memasang beberapa perangkat balap tambahan aja.
Sebenarnya street racing car tidak perlu audio. Namun, untuk menambah penilaian juara, Andre memasang beberapa perangkat audio. Walau tambahan, audio yang dipasang tak setengah-setengah.
Head unit, kamera, LCD, dua amplifier dijejalkan di kabin belakang yang sudah dikorbankan Andre. Sebagai output suara, ada dua unit subwoofer 12 inci dan dua unit speaker 10 inci. Semuanya terpasang rapi dan sanggup menghasilkan performa suara yang tak kalah dengan mobil modifikator lain. Komposisi suara pas. Bas dan treblenya tidak pecah. Mungkin ini mobil street racing kali pertama yang memiliki perangkat audio lengkap di Indonesia.
Dari semua perombakan, bagian mesin yang paling rumit. Semua komponen full set merek HKS Performance. Termasuk mengganti perangkat rumah transmisi otomatis menjadi model manual. Termasuk pengapian remapping ECU merek HKS.
Untuk penanganan, Coujin nggak tanggung-tanggung, didatangkan Lester Wong, teknisi tuner HKS Performance asal Singapura. Dia didatangkan untuk memasang sistem mesin HKS yang menggunakan kunci tersendiri untuk aplikasi tunningnya. Untuk bisa menyetel ala HKS tidaklah mudah. Harus punya dua syarat, yaitu jadi HKS Pro Shop dan wajib lulus training tuner HKS Jepang.
Sebagai kendaraan beraliran street racing, urusan bobot kendaraan mutlak diperhatikan. Karena itu, Andre Wong tega merobek plat besi yang melapisi bodi asli Nissan Silvia S-15 buatan 2000 ini. Sebagai gantinya, dia mengganti dengan bahan serat karbon (Carbon Fiber) jenis dry.
Bahan tersebut diracik dan didesain menyerupai replika body kit Cala-Sec*ond ST1. Agar konsep tidak melenceng, dry carbon yang akan dipasangkan di fender depan-belakang, engine hood, bagasi serta pintu samping dibentuk dengan menggunakan cetakan fender asli Nissan Silvia yang di-moulding terlebih dahulu. Cetakan tersebut berasal dari bahan fiberglass.
Berikut, bekas cetakan inilah yang digunakan untuk melebur bahan serat karbon. Untuk bagian bemper depan, Andre memakai bahan fiberglass. Fungsi bemper untuk menahan tabrakan. Karena itu aku nggak pakai dry karbon di bagian bempernya.
Tambahan berikutnya adalah side skirt dan bemper belakang yang didesain dengan acuan custom Rosella Combat Version 1. Untuk tambahan ini, berbahan dasar fiber glass.
Kiatnya untuk meminimalis bobot ini ternyata cukup manjur. Buktinya, bodi mobilnya diklaim lebih ringan sekitar separo dari bodi asli. "Kalau untuk balapan, lebih ringan sekilogram saja udah sangat berpengaruh lho," jelasnya.[ABT/jpnn/hep]