0 Comments
Ajang Black Inovation Awards (BIA) kini telah memasuki tahap penjurian terakhir. Setelah perjalanan panjang yang dimulai dari kegiatan BIA Goes to Campus dan dilanjutkan proses penyaringan serta presentasi peserta, kini para juri telah menilai hasil mock-up karya-karya peserta yang merupakan proses pamungkas dalam penilaian tim juri BIA. Penjurian mock-up ini sendiri menjadi salah satu tahap yang penting dalam penjurian ajang BIA ini, karena dengan adanya mock-up dari karya para peserta, tim juri lebih dapat mengerti produk apa yang ditawarkan peserta dan apa saja yang diunggulkannya dalam produk inovasi yang dibuatnya.
Sebelum tahap penjurian hasil mock-up ini, tim juri sempat memberikan masukan kepada beberapa peserta untuk merubah model atau kinerja hasil karyanya, dan setelah mock-up selesai, terlihat ada beberapa masukan dari tim juri yang diterapkan pada hasil-hasil karya mereka. Yoris Sebastian yang merupakan salah satu tim juri di ajang BIA ini menyatakan bahwa masukan yang mereka berikan kepada peserta hanyalah sebagai bahan pertimbangan sebelum membuat mock-up karyanya, sedangkan keputusan akhir tetap ada ditangan peserta. "Disini terlihat ada beberapa masukan kami yang diterapkan oleh peserta, dan ada juga beberapa yang tidak. Seluruh keputusan itu kami serahkan kepada peserta, dan tidak menjadi masalah kalau masukan dari kita tidak diterapkan, karena tim juri masih menilai karya berdasarkan fungsi dan inovasi" tandas Yoris.
Melihat karya-karya dari para peserta yang telah rampung, para juri berpendapat banyak dari hasil karya para peserta ini yang sudah bisa diproduksi masal untuk mempermudah kehidupan manusia yang selama ini menjadi pemikiran dasar dari sebuah inovasi. "Secara garis besar barang-barang dari peserta ini sudah bisa diproduksi masal, tetapi para peserta nampaknya harus lebih memikirkan karya yang lebih spesifik dan bisa digunakan oleh segala lapisan dan golongan masyarakat bukan hanya untuk kepentingan sebagian kecil komunitas saja" ujar Joshua Simanjuntak yang merupakan Designer Produk Profesional yang ikut terlibat dipenjurian BIA tahun ini. Sigi Wimala juga nampaknya sepakat dengan pendapat Joshua, menurut Sigi para peserta harus memikirkan kepraktisan karya. "Barang-barang para peserta harusnya bisa lebih ringkes agar lebih mudah dibawa dan digunakan, karena ini sangat berpengaruh saat barang ini mulai dipasarkan nanti" ucap Sigi.
Barang-barang yang dibuat para peserta ini memang telah berbentuk dan bisa digunakan, namun bahan dasar dan bentuk barang masih terlihat kasar dan harus ada perbaikan dalam masalah finishing dan penggunaan bahan dasar jika mau diproduksi secara masal. "Mock-up ini memang dibuat hanya untuk kepentingan tim juri agar bisa lebih mengerti karya yang ditampilkan para peserta, jadi untuk masalah karya ini akan diproduksi masal tentunya harus ada perbaikan dimasalah finishing dan juga bahan yang digunakan agar terlihat menarik dan nyaman untuk digunakan" ucap Yoris. Sejauh ini barang-barang yang dihadirkan diajang BIA memang telah mendapatkan pengakuan dari tim HAKI bahwa produk-produk ini belum pernah ada sebelumnya dipasaran, jadi untuk masalah hak paten jika barang ini akan diproduksi masal tentunya tidak akan bermasalah.
Tahapan selanjutnya ajang di BIA ini adalah pengumuman sekaligus pemberian penghargaan kepada empat orang peserta yang menampilkan karya terbaik diajang inovasi satu-satunya di Indonesia ini. Pengumuman sekaligus pemberian penghargaan ini rencananya akan dilangsungkan dipusat perbelanjaan Cilandak Town Square (Citos) pada tanggal 29 September 2012. Hadiri malam penganugrahan ajang Djarum Black Inovation Awards (BIA) 2012, atau pantau terus perkembangan beritanya di website ini, dan pastikan karya inovasi pilihan anda yang memenangkan ajang BIA 2012 ini.[Nur/timBX]